MerahPutih.com - Ratusan guru honorer yang terdampak COVID-19 di Kota Yogyakarta menerima bantuan sembako. Sembako diberikan oleh sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Motor Besar Club Yogyakarta (MBCY).
Bantuan sembako yang diterima berupa beras, minyak, gula, kecap, roti, dan sirup. Bantuan simbolis diberikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada perwakilan guru honorer, di Balai Kota.
Baca Juga:
Mal dan Pasar Tradisional Mulai Dipadati Pengunjung, Pemkot Solo Sediakan Rapid Test
Jumlah guru yang menerima bantuan sosial ini adalah sejumlah 150 orang dari 15 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA se Yogyakarta.
Salah seorang guru honorer Yessy Anna sangat bersyukur menerima bantuan ini. Penghasilannya sebagai guru honorer sebulan tidak sampai Rp600 ribu. Saat corona mewabah, ia terpaksa menggunakan tabungannya untuk bertahan hidup.
"Selain guru saya juga kerja sampingan bantu jadi WO dan EO. Tapi sekarang karena COVID-19, semua kegiatan disetop. Saya hanya mengandalkan gaji kurang dari Rp600 ribu sebulan," kata Yessy yang berporfesi sebagai guru Matematika di SMP Muhammadiyah 4 Kota Yogyakarta ini, Selasa (19/05)
Tak jarang Yessy harus meminjam pada tetangga dan kerabat untuk menyambung hidup. Ia pun akan menggunakan bantuan ini untuk bertahan hidup di masa sulit.
Ketua MBC JOGJA Adi Setiabudi menjelaskan, guru honorer dipilih lantaran terdampak cukup parah, namun sering terlupakan. Penghasilan guru honorer dirasa sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Selama ini hampir tidak ada yang membantu mereka. Maka kami memberikan sembako untuk meringankan beban mereka," kata Adi.
Baca Juga:
Belum Satupun Negara di Dunia yang Mampu Temukan Vaksin Corona
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya menyambut baik partisipasi masyarakat untuk saling tolong menolong sesama. Pemkot kini tengah menggerakkan gerakan sosial untuk saling berbagi antara warga yang mampu dengan masyarakat miskin.
"Di masa pandemi ini, kita bisa sama-sama mengatasi kesulitan jika saling berbagi. Yogyakarta pernah bisa keluar dari masa sulit dengan cepat pasca gempa besar dan Letusan Merapi karena rasa guyub dan tolong menolong di masyarakat yang tinggi. Kita harap gerakan ini kembali hidup dimasa sekarang," pungkasnya. (Teresa Ika)
Baca Juga:
Update Corona di DKI Selasa (19/5): 6.053 Positif, 1.417 Pasien Sembuh