Gunung Merapi Erupsi, Warga Sleman Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 27 Januari 2021
Gunung Merapi Erupsi, Warga Sleman Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Kondisi Merapi dan daerah lereng Merapi pasca erupsi. Foto: BPBD DIY

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga yang tinggal di lereng Merapi di Dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul, Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhamburan keluar rumah.

Mereka panik dan kaget usai mendengar gemuruh suara letusan dan melihat awan panas (wedus gembel) keluar dari Gunung Merapi.

Baca Juga

Gunung Merapi Erupsi Besar, Warga Bergegas Mengungsi

Camat (Panewu) Cangkringan, Suparmono menjelaskan, warga berlari menjauh dari Merapi. lantaran mereka masih trauma dengan letusan besar Merapi tahun 2010.

"Warga kaget dengar gemuruh. Lalu spontan keluar. Pantauan kami belum terlihat hujan abu disini,"ujar Suparmono di Yogyakarta, Rabu (27/1)

Kondisi Merapi dan daerah lereng Merapi pasca Erupsi
Kondisi Merapi dan daerah lereng Merapi pasca erupsi. Foto: BPBD DIY

Ia melanjutkan saat erupsi terjadi, kolom raksasa abu vulkanik membubung dari puncak. Asap putih keabu-abuan terlihat secara jelas dari sekitar kawasan Cangkringan, Sleman, DIY

Namun hingga kini Suparmono menegaskan belum ada warga yang mengungsi. Namun dirinya dan relawan sudah bersiap untuk mengungsikan warga.

Sementara itu, BPBD DIY telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama TNI dan Polri ke lereng Merapi. Tim telah menutup akses jalan menuju daerah Turgo dengan plang bambu. Hanya kendaraan petugas, BPBD dan evakuasi yang diperbolehlan masuk.

"Dilaporkan dari sektor Barat, saat ini akses ke Turgo sdh ditutup, petugas dan truck stanby di Lapangan Pos Ngepring. Rencana sore ini seluruh warga Turgo akan digeser ke Barak Utama Purwobinangun,"cuit tim TRC di laman Twitter mereka.

Sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta merilis Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan awan panas guguran sebanyak belasan kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.500 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

"Akibat awan panas ini, dilaporkan terjadi hujan abu intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, dan Boyolali kota," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta.

Erupsi
Gunung Merapi erupsi. Foto: BPPTKG

Ia meminta masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik tersebut.

Berdasarkan periode pengamatan mulai pukul 06.00-10.00 WIB, awan panas guguran pertama keluar pada pukul 06.03 WIB yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 83 detik. Jarak luncur diperkirakan sejauh 800 meter ke barat daya dengan tinggi kolom tersapu angin ke lereng arah timur. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Boyolali dan Klaten Diguyur Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi

#Gunung Merapi #Yogyakarta
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Bagikan