Grebeg 1 Syawal di Keraton Solo Diserbu Warga

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 08 Juli 2016
Grebeg 1 Syawal di Keraton Solo Diserbu Warga

Tradisi Grebeg Syawal atau Grebeg Pasa Keraton Solo masih jadi magnet perhatian masyarakat (Foto: MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Grebeg 1 syawal atau Grebeg Pasa yang dilaksanakan Keraton Kasunanan Solo, Jumat (8/7) tampaknya masih menjadi perhatian bagi masyarakat.

Bagaimana tidak, banyak masyarakat rela datang lebih awal guna menyaksikan ritual kirab sepasang gunungan tersebut, yakni gunungan Jaler (laki-laki) dan estri (perempuan).

Pantuan merahputih,com, sejak pukul 08.00 WIB, sudah banyak warga yang memadati kawasan Keraton. Selain itu, warga juga memadati kawasan Masjid Agung, yang menjadi lokasi persinggahan dua pasang gunungan tersebut.

Berdasarkan rencana awal, memang pihak keraton bakal mengeluarkan sepasang gunungan pada pukul 10.00 WIB, namun karena waktu yang mendekati Shalat Jumat, akhirnya diajukan mejadi pukul 09.00 WIB.

Pasangan gunungan Grebeg Syawal dikirab dari Keraton Solo (Foto: MP/Win)

Iringan abdi dalem keraton pun terlihat. Sepasang gunungan itu pun dibawa lebih dari 10 orang per gunungan.

Setelah tiba di Masjid Agung, sejenak sepasang gunungan ini didoakan di dalam Masjid Agung. Setelah didoakan, sepasang gunungan dibawa keluar. Dimana gunungan jaler diperebutkan di kawasan Masjid Agung, sedangkan gunungan estri dibawa kembali ke kawasan keraton untuk diperebutkan di depan keraton Solo.

“Ya inilah wujud kebersamaan, setelah satu bulan penuh berpuasa. Inilah puncak perayaannya, yakni dengan simbol kebersamaan di tengah masyarakat,” jelas Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Solo Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo.(Win)

BACA JUGA:

  1. Dikirab Besok, Ini Dia Sepasang Gunungan Grebeg Pasa
  2. Grebeg Pasa, Keraton Kasunanan Solo Keluarkan Sepasang Gunungan
  3. Malam Takbiran, Jemaah Pemuda Islam Keliling Keraton Solo Sambil Bawa Obor
  4. Keraton Solo Keluarkan Dana Rp65 Juta Setiap Bulan untuk Gaji Abdi Dalem
  5. Ratusan Koleksi Museum Keraton Solo Dibersihkan

 

 

#Keraton Solo #Grebeg Pasa #Tradisi Grebeg Syawal
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Indonesia
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Indonesia
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah mengirimkan sejumlah petugas untuk memulai pendataan di Keraton Kilen.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Indonesia
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Tradisi Malam Selikuran telah ada sejak PB X untuk menyambut Lailatulkadar.
Dwi Astarini - Selasa, 10 Maret 2026
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Indonesia
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Disbudpar membayar lima rekening listrik atas nama Keraton secara langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Indonesia
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Proses hukum yang masih berjalan tidak mengganggu proses penggantian nama Gusti Purboyo menjadi Sri Susuhuan Pakubuwono Empat Belas.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Februari 2026
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Indonesia
Perubahan Nama KTP KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV Digugat di PN Solo
Pengabulan perubahan nama KGPH Puruboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV digugat oleh Gusti Moeng di PN Solo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
Perubahan Nama KTP KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV Digugat di PN Solo
Indonesia
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Pengadilan Negeri Solo mengabulkan perubahan nama KGPH Puruboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV dalam KTP. Putusan telah berkekuatan hukum tetap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Indonesia
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Tingalan Jumenengan Kaping 4 KGPAA Mangkunagoro X di Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (27/1).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Indonesia
PB XIV Purbaya Curhat ke Dasco, Nyatakan Keberatan atas SK Kemenbud dan Harapkan Persatuan Keraton Solo
Surat Keputusan Pelaksana Tugas Raja Keraton Surakarta dinilai mencederai hukum adat dan tatanan tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
PB XIV Purbaya Curhat ke Dasco, Nyatakan Keberatan atas SK Kemenbud dan Harapkan Persatuan Keraton Solo
Bagikan