Golkar Bocorkan Pos Menteri yang Bakal Diisi Kaum Muda

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 06 Juli 2019
Golkar Bocorkan Pos Menteri yang Bakal Diisi Kaum Muda

Meutya Hafid. Foto: ANTARAnews/tss

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus Golkar Meutya Hafid menilai, menteri muda yang diinginkan Presiden Joko Widodo bisa menempati Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pariwisata, dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Menurut mantan presenter Metro TV ini hal tersebut tidak lepas dari keinginan bekasi Gubernur DKI Jakarta itu memajukan bidang ekonomi kreatif.

Partai Golkar Meutya Hafid hadir rapat fraksi di DPP Golkar, Slipi, Selasa (24/3). (Foto: MP/Bartolomeus Papu)
Politikus Partai Golkar Meutya Hafid (Foto: MP/Bartolomeus Papu)

"Saya lihat Presiden sangat concern masalah di bidang komunikasi dan informatika, khususnya mengenai data, ya, jadi digital ekonomi," kata Meutya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7).

BACA JUGA: Putri Hary Tanoe Sudah Temui Jokowi untuk Bahas Posisi di Kabinet

Ia juga menyebut anak muda cenderung mudah beradaptasi dan memiliki perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas dan teknologi digital.

"Anak muda bisa di mana saja tetapi ada beberapa pos yang mungkin menurut saya lebih mudah adaptasinya untuk temen-temen anak-anak muda," kata Meutya.

Meski begitu, Meutya mengatakan yang terpenting ialah kompetensi dari siapa pun yang nantinya akan menjadi menteri di kabinet Jokowi periode mendatang.

Dia pun menilai yang terpenting adalah semangat dan jiwa muda yang adaptif terhadap perkembangan.

Ilustrasi kursi menteri

"Tidak mesti (muda) tapi cakap. Harus jiwanya yang muda dan semangatnya muda, mau mengikuti isu-isu terkini," ujar anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat ini.

BACA JUGA: Soal Jatah Menteri, PKB Ogah Disamakan dengan NU

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan ingin menempatkan anak muda berusia 20-25 tahun di kabinetnya nanti. Keinginan itu pernah diungkapkan Jokowi di hadapan para petinggi partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, 18 April lalu. (Knu)

#Meutya Hafid #Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora)
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Berita Foto
Raker Menkomdigi dengan Komisi I DPR Bahas Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan paparan saat Raker dengan Komisi I di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 18 Mei 2026
Raker Menkomdigi dengan Komisi I DPR Bahas Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART)
Indonesia
Wacana Baru dari Komdigi: Nomor HP Jadi Syarat Registrasi Akun Medsos
Aturan mewajibkan setiap pengguna media sosial (medsos) mencantumkan nomor telepon seluler saat registrasi akun.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Wacana Baru dari Komdigi: Nomor HP Jadi Syarat Registrasi Akun Medsos
Indonesia
DPR-Komdigi Bahas Transfer Data RI-AS, Fokus pada Keamanan Siber dan Data Digital
Komisi I DPR RI bersama Menkomdigi Meutya Hafid membahas regulasi transfer data internasional dalam kesepakatan ART RI-AS, termasuk keamanan siber dan kedaulatan digital.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
DPR-Komdigi Bahas Transfer Data RI-AS, Fokus pada Keamanan Siber dan Data Digital
Indonesia
Tinggal Roblox Belum Taat PP Tunas, Menkomdigi Optimistis Bentar Lagi Ikut
Menkomdigi Meutya Hafid optimistis Roblox segera patuhi PP Tunas, setelah YouTube resmi ikut aturan batasan usia 16 tahun.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Tinggal Roblox Belum Taat PP Tunas, Menkomdigi Optimistis Bentar Lagi Ikut
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses Platform Digital Berisiko
Komdigi akan menerapkan aturan pembatasan usia akses platform digital bagi anak mulai 28 Maret 2026. Platform digital wajib melindungi anak sesuai PP Tunas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Maret 2026
Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses Platform Digital Berisiko
Indonesia
Kerja Sama Dagang RI–AS Disorot, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Data Konsumen Tetap Terlindungi
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan data konsumen Indonesia tetap aman meski ada perjanjian dagang ART antara RI dan AS. Pemerintah menjamin perlindungan sesuai UU PDP.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Februari 2026
Kerja Sama Dagang RI–AS Disorot, Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Data Konsumen Tetap Terlindungi
Indonesia
Erick Thohir Ungkap Skema Bonus Atlet SEA Games 2025 Masih Dibahas Kemenkeu
Menpora Erick Thohir menyebut skema bonus atlet SEA Games Thailand 2025 masih ditinjau Kemenkeu. Bonus akan ditransfer langsung ke rekening atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Erick Thohir Ungkap Skema Bonus Atlet SEA Games 2025 Masih Dibahas Kemenkeu
Bagikan