Geographic Tongue Radang Lidah yang Menyerupai Pulau

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 23 Agustus 2023
Geographic Tongue Radang Lidah yang Menyerupai Pulau

Geographic tongue tidak terkait dengan infeksi. (Pixabay/Kidaha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKA kamu merasa permukaan lidahmu agak aneh, bisa jadi ini hanyalah sariawan. Namun bila kamu melihat di cermin terdapat bentuk seperti pulau-pulau kecil di permukaan lidahmu, berhati-hatilan. Itu menandakan kamu mengalami geographic tongue.

Menurut alodokter geographic songue adalah kondisi dimana permukaan lidah tampak seperti pulau-pulau yang memiliki warna kemerahan. Meskipun ini tidak berbahaya, tetapi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengidapnya.

Baca Juga:

Ladies, Ketahui Berbagai Gejala Kista Ovarium

kesehatan
Perhatikan kesehatan mulut anak. (Unsplash/Sebastian Latorre)


Bentuk pulau-pulau ini disebut dengan lesi. Kondisi ini dikenal pula dengan istilah benign migratory glossitis. Lesi berbentuk pulau ini memiliki batas garis-garis berwarna putih atau keabu-abuan yang menyebabkan munculnya bentuk ‘pulau’ yang pirip pada peta. Geographic tongue bisa muncul lebih dari satu lesi dan bisa berpindah-pindah.

Gejala lainnya adalah timbulnya rasa menyengat, kesemutan, perih, hingga nyeri. Terutama ketika menyikat gigi dengan odol atau mengkonsumsi makanan dan minuman panas, pedas, asin atau asam. Merokok juga bisa memicu munculnya rasa nyeri.

Siapapun dapat terkena, bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Penyebabnya hingga saat ini belum diketahui. Namun, hal yang pasti bahwa geographic tongue tidak terkait dengan infeksi, apalagi kanker. Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko Geographic Tongue

• Memiliki keluarga yang mengalami geographic tongue

• Menderita eksim atau psoriasis

• Menderita diabetes

• Menderita artritis reaktif

• Mengalami kekurangan nutrisi, terutama zinc, zat besi, asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12

• Mengalami lidah retak (fissured tongue)

Baca Juga:

Susu Grass-Fed, Pilihan untuk Gizi Harian Orang Dewasa

sehat
Siapapun dapat terkena, bayi, anak-anak, dan orang dewasa. (Pexels/Matheus Bertelli)


Penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya, tetapi jika keluhan seperti nyeri, perih, atau menyengat cukup mengganggu. Ada beberapa pilihan pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk meredakan peradangan yaitu

• Obat kumur dengan kandungan antihistamin, bila geographic tongue muncul akibat alergi

• Obat pereda nyeri topikal yang bisa dioleskan langsung ke lidah

• Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau asam mefenamat
• Suplemen Zinc

Pastikan kamu mengkonsumsi obat sesuai dengan saran dokter. Meskipun tidak berbahaya, namun efek yang diberikan cukup mengganggu. Jika ditangani dengan cepat maka akan lebih cepat sembuh. (aqb)

Baca Juga:

Jeruk Nipis dan Kecap, Benarkah dapat jadi Obat Radang?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Bagikan