Geographic Tongue Radang Lidah yang Menyerupai Pulau
Geographic tongue tidak terkait dengan infeksi. (Pixabay/Kidaha)
JIKA kamu merasa permukaan lidahmu agak aneh, bisa jadi ini hanyalah sariawan. Namun bila kamu melihat di cermin terdapat bentuk seperti pulau-pulau kecil di permukaan lidahmu, berhati-hatilan. Itu menandakan kamu mengalami geographic tongue.
Menurut alodokter geographic songue adalah kondisi dimana permukaan lidah tampak seperti pulau-pulau yang memiliki warna kemerahan. Meskipun ini tidak berbahaya, tetapi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengidapnya.
Baca Juga:
Bentuk pulau-pulau ini disebut dengan lesi. Kondisi ini dikenal pula dengan istilah benign migratory glossitis. Lesi berbentuk pulau ini memiliki batas garis-garis berwarna putih atau keabu-abuan yang menyebabkan munculnya bentuk ‘pulau’ yang pirip pada peta. Geographic tongue bisa muncul lebih dari satu lesi dan bisa berpindah-pindah.
Gejala lainnya adalah timbulnya rasa menyengat, kesemutan, perih, hingga nyeri. Terutama ketika menyikat gigi dengan odol atau mengkonsumsi makanan dan minuman panas, pedas, asin atau asam. Merokok juga bisa memicu munculnya rasa nyeri.
Siapapun dapat terkena, bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Penyebabnya hingga saat ini belum diketahui. Namun, hal yang pasti bahwa geographic tongue tidak terkait dengan infeksi, apalagi kanker. Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko Geographic Tongue
• Memiliki keluarga yang mengalami geographic tongue
• Menderita eksim atau psoriasis
• Menderita diabetes
• Menderita artritis reaktif
• Mengalami kekurangan nutrisi, terutama zinc, zat besi, asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12
• Mengalami lidah retak (fissured tongue)
Baca Juga:
Penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya, tetapi jika keluhan seperti nyeri, perih, atau menyengat cukup mengganggu. Ada beberapa pilihan pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk meredakan peradangan yaitu
• Obat kumur dengan kandungan antihistamin, bila geographic tongue muncul akibat alergi
• Obat pereda nyeri topikal yang bisa dioleskan langsung ke lidah
• Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau asam mefenamat
• Suplemen Zinc
Pastikan kamu mengkonsumsi obat sesuai dengan saran dokter. Meskipun tidak berbahaya, namun efek yang diberikan cukup mengganggu. Jika ditangani dengan cepat maka akan lebih cepat sembuh. (aqb)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya