Gatot Nurmantyo: Dokter Pertahanan Terdepan dari Ancaman Bioterorisme

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 10 November 2017
Gatot Nurmantyo: Dokter Pertahanan Terdepan dari Ancaman Bioterorisme

Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) (Foto: Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan dokter dan tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pertahanan Indonesia dari ancaman bioterrorism.

"Dokter dan tenaga kesehatan adalah pertahanan terdepan melawan ancaman perang biologi. Kemudian ada Babinsa TNI, untuk deteksi dan cegah dini, fungsinya untuk cepat-cepat lapor," kata Gatot seperti dilansir Antara, Kamis (9/11).

Oleh karena itu, lanjut Gatot, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perlu memberikan penguatan substantif dan wawasan kepada jajaran TNI, sehingga pemanfaatan keberadaan satuan TNI di tengah masyarakat bisa maksimal dan tercapai.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini mengatakan, ancaman berupa perang biologi atau 'bioterorrism' perlu diwaspadai dan ditangani dengan cepat karena akan memberikan dampak yang massif hingga dapat menyebabkan musnahnya sebuah negara.

"Perkembangan teknologi, komunikasi dan transportasi membuat penyebaran penyakit menular global ini menjadi semakin cepat," jelas Jenderal bintang empat ini.

Panglima TNI pun meminta kepada IDI untuk bisa memberi tambahan wawasan kepada TNI untuk menjaga kesatuan dan ketahanan bangsa karena dokter dan tenaga kesehatan adalah pertahanan terdepan dalam melindungi bangsa Indonesia.

"Dokter juga merupakan agen pembangungan dan agen pertahanan. Menjadi dokter tidak serta merta hanya menjadi pelayan kesehatan. Peran dokter sangat strategis dan juga sebagai cendekiawan untuk mengedukasi masyarakat," tutur Gatot.

Dalam paparannya, Panglima TNI menyebutkan Indonesia sangat rentan terhadap penyebaran penyakit menular global.

"Kita ini begitu rentan, karena negara kita sangat luas. Masuknya musuh bisa dari mana saja karena negara kita luas sekali," katanya. (*)

#Gatot Nurmantyo #Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Bagikan