Ganjar Minta ASN Tegakkan Aturan dan Tingkatkan Pelayanan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk selalu memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan dan berani menolak jika ada permintaan menyalahi prosedur.
"Ketika masyarakat ada yang ingin seenaknya dan tidak sesuai aturan, mereka harus berani menjelaskan. ASN saya dorong untuk berani menjelaskan bahwa pengurusan itu harus sesuai dengan aturan yang ada," kata Ganjar kepada wartawan di Semarang, Jumat (17/11).
Menurut Ganjar, pelayanan prima yang diberikan pemerintah juga harus diimbangi oleh masyarakat yang turut serta dalam menegakkan aturan.
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku bersyukur karena saat ini masyarakat bisa merasakan birokrasi Pemprov Jateng yang lebih ramah dan egaliter, terlebih dengan semakin banyaknya kanal-kanal komunikasi yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, saran ataupun keluhan terkait dengan pelayanan publik.
"Ada keramahan birokrasi di pemprov, ada suasana birokrasi yang kasual. Birokrasi kasual ini adalah proses yang terbentuk panjang dan menunjukkan bahwa birokrasi semakin egaliter karena dorongan kita untuk melayani mudah, murah, dan cepat," katanya.
Ganjar menyebutkan, keberhasilan reformasi birokrasi bisa dilihat dari keteladanan yang diberikan pemimpinnya.
Karena itu, Ganjar juga mendorong pimpinan-pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk terus berinovasi dan berkreasi demi pelayanan publik yang prima.
"ASN sebenarnya siap, tapi pimpinan di atasnya yang dituntut dan ditantang untuk berinovasi dan berkreasi. Itu juga yang selalu saya dorong," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Sri Puryono menambahkan reformasi birokrasi bukanlah upaya yang mudah untuk dilakukan karena memerlukan keteladanan dari pemimpin masing-masing.
Reformasi birokrasi di Pemprov Jateng, kata dia, diawali dari komitmen pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.
Komitmen itu senantiasa dijaga dan dicerminkan melalui slogan 'Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi'.
"Kuncinya adalah keteladanan, kemauan dan tekad. Pak Ganjar dan pak Heru sudah memberikan contoh mboten korupsi, mboten ngapusi. Selain itu, tekad teman-teman untuk mau berubah melakukan reformasi birokrasi yang semakin baik. Dengan adanya keteladanan dan tekad, kita akan mengontrol diri sendiri," ujarnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Hari Pertama Kerja 2026, Pemprov DKI Serahkan SK Pengangkatan 16.426 PPPK Paruh Waktu
ASN Diperbolehkan WFA Jelang Tahun Baru 2026, Layanan Publik Tetap Jalan
Kebakaran di Pasar Wonogiri, Pemkab Tetapkan Status Kedaruratan
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Lepas 1.700 Peserta ASN Run 2025, Gubernur Pramono: Bukti Jakarta Aman Gelar Event Besar
Gubernur Luthfi Turun Tangan, Respons Desakan Mundur Bupati Pati Sudewo yang Dituding Arogan hingga Ribuan Warga Turun ke Jalan
Kondisi Mental ASN DKI Jakarta Bikin Merinding, DPRD Minta Layanan Psikologis Ada di Tiap Puskesmas
Oknum ASN Ditangkap karena Terlibat Terorisme, Pengamat: Kemenag ‘Lalai’ dalam Tangkal Ideologi Radikal