Fiji Ingin Belajar Counter Terorism dari Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 03 November 2016
Fiji Ingin Belajar Counter Terorism dari Indonesia

Menhamkam Fiji Hon Ratu Inoke Kabuabola dan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kanan) di komplek IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/11). (Foto Dok BNPT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Keberhasilan Indonesia dalam melakukan pencegahan dan menanggulangi bahaya paham radikal terorisme mendapat perhatian serius dari negara Fiji. Negara di selatan Kepulauan Pasifik itu menyatakan keseriusannya ingin belajar penanggulangan teroris dari Indonesia. 

Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional, Hon Ratu Inoke Kabuabola beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam pertemuan dengan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, keduanya membahas masalah penanggulangan teroris.  

"Mereka datang ke BNPT dengan maksud untuk mendapatkan gambaran bagaimana kita selama ini melalukan pencegahan dan penanggulangan terorisme. Dan pemerintah negara Fiji sendiri ingin belajar kepada kita mengenai counter terrorism," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius usai menerima Menhankam Fiji dan rombongan, di komplek Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/11).

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan bahwa dalam upaya untuk belajar tersebut pemerintah Fiji juga ingin mengetahui fasilitas apa dan langkah-langkah apa saja  yang sudah dikerjakan BNPT dalam rangka penanggulangan terorisme selama ini.

"Dan respon dari Menhan Fiji sendiri terhadap BNPT sangat luar biasa.  Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global sehingga mereka merasa perlu untuk belajar ke kita," ujar alumni Akpol 1985 yang juga pernah menjabat Kapolda Jabar ini.

Untuk itu dengan tanggapan dari pemerintah Fiji yang luar biasa itu, menurut Kepala BNPT, pemerintah Fiji sendiri selanjutnya akan melakukan kerjasama dengan BNPT. "Kerjasamanya dalam bidang pelatihan bagaimana melakukan penanggulangan terorisme," ujar mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Depok ini.

Sementara Deputi III bidang Kerjasama Internasional BNPT, Irjen Pol. DR. Petrus R. Golose menjelaskan bahwa aksi pencegahan terorisme harus berjalan beriringan dengan hak asasi manusia.

“Sampai saat ini, aksi yang kita jalankan tidak pernah melanggar hak asasi manusia. Isu-isu berkaitan hal ini memang menjadi perhatian masyarakat dan sebisa mungkin kita memperhatikan poin poin hak asasi manusia dalam melakukan aksi penanggulangan,” kata Irjen Pol Petrus Golose.

Lebih lanjut pria yang dalam karirnya pernah menjabat sebagai Wakadensus 88/Antiteror Polda Metro Jaya dan Wakil Direktur II/Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. ini menjelaskan bahwa BNPT selalu mendukung program-program terkait hak asasi manusia dan sudah melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Selain itu, aksi penangkapan teroris selama ini kami juga selalu mengacu kepada criminal justice system. Setelah proses penangkapan, dilanjutkan dengan proses pelaporan kemudian interogasi dan sebagainya,” ujar pria yang juga pernah melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, pada 2005 silam ini.  

BACA JUGA:

  1. Kepala BNPT: Serangan Teroris Hancurkan Fasilitas Publik
  2. Terkait Lone Wolf, Kepala BNPT: Awasi Aktivitas Anak Muda di Dunia Maya
  3. BNPT: Teroris Ancam Obyek Vital dan Fasilitas Umum
  4. Kini BNPT Punya Kantor Perwakilan di Jakarta
  5. Kepala BNPT Bagikan 1.000 Lampu LED ke Pesantren Ulul Albab
#Terorisme #Suhardi Alius #BNPT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Bagikan