Parenting

Fatherless Figure Syndrome, Punya Ayah, Tapi Berasa Jauh

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 27 Juli 2023
Fatherless Figure Syndrome, Punya Ayah, Tapi Berasa Jauh

Diasuh oleh kedua orangtua secara seimbang adalah hak anak. (Foto: Pixabay/5921373)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA ini figur ayah belum menjadi fokus utama dalam mendidik, mengayomi, dan menyangi anak. Lazimnya, semua orang fokus menuntut figur ibu untuk melakukan semua itu. Padahal tugas-tugas tersebut milik keduanya, ayah dan ibu.

Mari kita pikirkan sejenak mengenai dampak kehilangan figur seorang ayah atau yang populer dengan sebutan fatherless figure syndrome. Kondisi yang menggambarkan adanya sosok ayah, tapi tak berasa dekat dengan anak.

Sosok ayah sama pentingnya seperti peran ibu di rumah. Memaksa perempuan untuk hanya diam di rumah saja mengurus anak seorang diri sudah bukan zamannya lagi.

Kenyataannya saat ini rata-rata keluarga generasi muda, ayah dan ibunya sama-sama bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan kualitas hidup masing-masing.

Sayangnya meski sama-sama bekerja, tetap saja yang dituntut untuk mengurus anak selalu hanya sang ibu. Anak sakit? Salah ibu. Anak malas belajar? Salah ibu.

Padahal segala hal yang terjadi pada anak adalah tanggung jawab bersama orangtua. Pada kenyataannya, peran ayah sangat besar memengaruhi kehidupan masa depan si kecil.

"Ketiadaan ayah dapat bermanifestasi dalam berbagai cara, termasuk ketidakhadiran emosional, fisik, dan finansial. Anak-anak tanpa ayah lebih mungkin menderita depresi, kecemasan, rendah diri, dan masalah perilaku," sebut laman Donna L Roberts, PhD, di laman Medium-nya.

Baca juga:

Sosok Ayah Melengkapi Pola Asuh Anak

ayah
Banyak anak yang menjadi korban fatherless figure. (Foto: Pixabay/sarahbernier3140)

Anak laki-laki

Anak laki-laki yang kehilangan figur ayah, besar kemungkinan mengikuti jejak ayahnya, alias tidak hadir dalam kehidupan anak-anaknya kelak. Selain itu pada masa remajanya, seorang laki-laki cenderung merasa minder dan kurang percaya diri sehingga ia akan memperlakukan kekasihnya secara toxic dan bersikap manipulatif.

Tak jarang ditemukan kasus suami yang melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) ke pasangannya karena tidak memiliki contoh bagaimana menjadi seorang suami dan bapak yang ideal bagi keluarganya.

Seorang ayah yang tidak hadir dalam kehidupan anak laki-lakinya berisiko membuat sang anak cenderung tidak bisa menentukan pilihan dalam hidupnya. Ia memilih mengurung diri daripada harus mencari minat bakat apalagi potensi yang sebenarnya harus digali dari dalam dirinya sendiri.

Alhasil untuk menentukan keputusan-keputusan besar seperti contohnya karier atau memilih pasangan hidup, ia lebih memilih menghindar daripada bersikap tegas.

Anak laki-laki yang tidak mendapatkan bimbingan sang ayah juga berisiko mencari puzzle yang hilang tersebut dengan coping mechanism, yaitu melampiaskan kekosongan hati dengan melakukan tindakan kriminal. Contohnya kecanduan narkoba, minuman beralkohol, sampai melakukan seks bebas.

Baca juga:

Cara Jitu agar Jadi Super Parent

ayah
Kehidupan anak yang kehilangan figur ayah bagaikan kepingan puzzle yang hilang. (Foto: Pixabay/Anncapictures)

Anak perempuan

Hati-hati, para ayah, anak perempuan yang tidak mendapatkan kasih sayang dari sosok ayah akan mengalami gangguan kesehatan mental fatherless daughter syndrome. Ia akan kesulitan mencari pasangan hidup yang ideal karena tidak melihat figur tersebut di rumah yang seharusnya mengayomi istri dan anak-anaknya.

Kurang mendapatkan kasih sayang seorang ayah juga berisiko membuat anak perempuan takut akan kesepian sehingga ia akan menerima cinta dari laki-laki manapun. Tak peduli latar belakangnya seperti apa, yang penting ia tidak merasa sendirian.

Kalau kamu sering mendengar kasus KDRT terhadap istri yang berlangsung selama betahun-tahun atau seorang istri yang tidak pernah diberikan nafkah sehingga harus banting tulang mencari uang untuk anak-anaknya tetapi tetap memilih untuk bertahan dalam rumah tangga yang toxic tersebut, bisa jadi ia merupakan korban dari fatherless figure syndrome. (Mar)

Baca juga:

Parents, ini nih, Tips Psikologi Hadapi Anak yang Ogah Mendengar

#Parenting #Ilmu Parenting #Orangtua Baik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan