Fahri Hamzah Tuntut DPR Fasilitasi Kekecewaan Jokowi Diabaikan KPK

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 13 November 2019
Fahri Hamzah Tuntut DPR Fasilitasi Kekecewaan Jokowi Diabaikan KPK

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Instagram/@fahrihamzah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pernah mengadukan laporan mengenai tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun tak kunjung diungkap.

Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, seharusnya DPR melalui alat kelengkapannya merespon kekecewaan yang disampaikan Presiden Jokowi terhadap kinerja lembaga antirasuah selama ini.

Baca Juga:

Berduka, Pegawai KPK Bersama Koalisi Masyarakat Kibarkan Bendera Kuning

"Seharusnya, DPR melalui tiga alat kelengkapannya, khususnya BAKN, Komisi XI dan Komisi III mengadakan rapat gabungan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi. Terutama, terhadap nasib dari temuan-temuan besar yang selama ini tidak saja seperti disinyalir oleh presiden," kata Fahri kepada wartawan, Rabu (13/11).

Fahri mengingatkan, selama ini justru kerja KPK hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya operasi tangkap tangan (OTT) saja. Sehingga, sambung dia, melupakan hasil dari temuan audit kerugian negara lain yang dihasilkan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK).

"Banyak sekali kita temuan-temuan termasuk oleh BPK ya g memang selama ini tidak menjadi fokus kerja KPK, karena KPK sibuk melakukan OTT," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu.

Fahri Hamzah. (MP/Fadhli)
Fahri Hamzah. (MP/Fadhli)

Karena itu, Fahri meminta alat kelengkapan dewan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasannya dapat mempertanyakan semua temuan audit BPK dengan dugaan kerugian negara yang cukup besar kepada KPK. Misalnya, lanjut Fahri, soal temuan audit Freeport, Reklamasi, Sumber Waras, Pelindo II yang di DPR ada panitia khusus (Pansus) angketnya.

"Dan itu harusnya dipertanyakan, kenapa KPK justru sibuk menangkap yang nilainya 50-100 juta, tapi pada saat bersamaan dia meninggalkan dan melupakan temuan-temuan raksasa dalam begitu banyak kasus, termasuk kasus Century yang kita tidak tahu ujung penyelesaiannya," tegasnya.

"Jadi presiden sudah buka suara tentang kekecewaannya, tentang cara kerja KPK. Nah sekarang seharusnya DPR menindaklanjutinya," pungkas politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Sebelumnya Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi pernah bercerita soal kasus korupsi besar. Cerita itu disampaikan saat Jokowi menunjuknya menjadi Menko Polhukam.

Baca Juga:

Dianggap Bermasalah, MK Bakal Kebanjiran Judicial Review UU KPK

Meski tak membeberkan kasus secara spesifik, Mahfud menyampaikan Jokowi sudah melaporkan kasus besar itu ke KPK. Namun kasus korupsi besar itu tak kunjung diungkap.

"Presiden menunjukkan, menyampaikan laporan ke KPK, ini, ini, ini, tapi enggak terungkap. Coba sekarang diperkuat itu kejaksaan, kepolisian. Sehingga kita normal kembali," kata Mahfud saat menjamu para tokoh di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (11/11). (Pon)

#Fahri Hamzah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kampung Nelayan Muara Angke Bakal Ditata dengan Konsep Rumah Panggung
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai Kampung Nelayan Muara Angke cocok ditata dengan konsep rumah panggung bertingkat yang sesuai karakter kawasan pesisir.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Kampung Nelayan Muara Angke Bakal Ditata dengan Konsep Rumah Panggung
Indonesia
Amnesti Hasto dan Tom Lembong, Fahri Hamzah: Prabowo Bagus Redam Perpecahan Jelang Kemerdekaan
Fahri berharap penggunaan hak konstitusional ini menjadi ikhtiar untuk menyatukan kembali bangsa dari ancaman perpecahan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 01 Agustus 2025
Amnesti Hasto dan Tom Lembong, Fahri Hamzah: Prabowo Bagus Redam Perpecahan Jelang Kemerdekaan
Indonesia
Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Tinggi, DPR Pertanyakan Kesiapan Masyarakat Beralih ke Hunian Vertikal
Kementerian PKP tidak memiliki otoritas penuh atas pertanahan untuk pengembangan hunian perkotaan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Juni 2025
Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Tinggi, DPR Pertanyakan Kesiapan Masyarakat Beralih ke Hunian Vertikal
Indonesia
DPR Ingatkan Kajian Mendalam Sebelum Kebijakan Pajak Rumah Tapak untuk Hunian Vertikal
Alih-alih mendorong adaptasi, kebijakan ini justru berpotensi menekan daya beli masyarakat dan membuat pasar properti domestik menjadi tidak kompetitif
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Juni 2025
DPR Ingatkan Kajian Mendalam Sebelum Kebijakan Pajak Rumah Tapak untuk Hunian Vertikal
Indonesia
Wamen Fahri Ingin Tanah Negara di Kota Jadi Rumah Untuk Warga, Jadi Elemen Subsidi
Nanti dihitung berapa biayanya dan nantinya biaya tersebut ditambah dengan keuntungan sehingga pemerintah dapat memutuskan berapa harga rumah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 April 2025
Wamen Fahri Ingin Tanah Negara di Kota Jadi Rumah Untuk Warga, Jadi Elemen Subsidi
Indonesia
Fahri Hamzah Usulkan Pembentukan Bank Tanah di Kementerian PKP, Apa Tugasnya?
Karena pada umumnya harga lahan ini 40 persen dari harga rumah yang dijual
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 08 Maret 2025
Fahri Hamzah Usulkan Pembentukan Bank Tanah di Kementerian PKP, Apa Tugasnya?
Indonesia
Respons Gerindra Fahri Hamzah Bakal Diberi 'Jatah' Menteri Perumahan oleh Prabowo
Mungkin bisa ditanyakan sama yang bicara
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 Oktober 2024
Respons Gerindra Fahri Hamzah Bakal Diberi 'Jatah' Menteri Perumahan oleh Prabowo
Indonesia
Alasan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Harus Dihapus Versi Fahri Hamzah
Padahal, seharusnya wakil rakyat adalah wakil langsung daripada rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Maret 2024
Alasan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Harus Dihapus Versi Fahri Hamzah
Indonesia
Fahri Kritik Paslon Pilpres Usung Perubahan: Pedukungnya Masih Anggota Kabinet
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Fahri Hamzah melontarkan kritikan pedas kepada pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar
Mula Akmal - Selasa, 05 Desember 2023
Fahri Kritik Paslon Pilpres Usung Perubahan: Pedukungnya Masih Anggota Kabinet
Indonesia
Tak Persoalkan Gibran Lagi, Fahri Hamzah Minta 3 Capres-Cawapres Mulai Adu Gagasan
Majunya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2024, tak usah dipermasalahan lagi.
Mula Akmal - Jumat, 10 November 2023
Tak Persoalkan Gibran Lagi, Fahri Hamzah Minta 3 Capres-Cawapres Mulai Adu Gagasan
Bagikan