Empat Alasan Mengapa Sering Mengeluh Bosan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 04 September 2020
Empat Alasan Mengapa Sering Mengeluh Bosan

Alasan mengapa kita sering merasa bosan (Foto: Unsplash/Joshua Rawson-Harris)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK 6 bulan ini kita sudah dihadapkan dengan situasi tak menentu. Memilih untuk berdiam di rumah mungkin menjadi salah satu jalan terbaik dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, tetapi tidak sedikit dari kita yang mengeluh bosan karena hanya melakukan aktivitas yang itu-itu saja.

Kebosanan tentu bukan lah hal yang menyenangkan dan juga bisa memicu adanya amarah dan rasa frustasi. Bahkan ia dapat membawa dampak negatif dalam perilaku seseorang. Lalu, kenapa sih kita bisa merasa bosan?

Dilansir dari Psychologhytoday.com, ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya kebosanan.

Baca juga:

Cara Hentikan Kebiasaan Buruk di Masa Pandemi

1. Energi lebih

Memiliki energi lebih membuat kita tidak bisa rileks di dalam suatu keadaan. (Foto: Unsplash/Jordan Opel)
Memiliki energi lebih membuat kita tidak bisa rileks di dalam suatu keadaan. (Foto: Unsplash/Jordan Opel)

Tidak ada salahnya kita memiliki energi lebih. Namun, energi atau gairah psikologis yang tinggi ini membuat kita cepat merasa mudah bosan. Berbeda dengan orang yang tidak banyak memiliki energi lebih, ia akan merasa rileks saja di tengah padatnya dunia.

2. Sulit memusatkan perhatian

Kesulitan memusatkan perhatian pada hal-hal di sekitar kita yang menyenangkan. (Foto: Unsplash/Edi Libedinsky)
Kesulitan memusatkan perhatian pada hal-hal di sekitar kita yang menyenangkan. (Foto: Unsplash/Edi Libedinsky)

Kita bisa menentukan hal-hal apa yang dilakukan untuk menghindari adanya rasa bosan itu. Namun sayangnya, rasa stres membuat kita sulit berkonsentrasi dan fokus pada hal yang kamu lakukan. Pada akhirnya akan berujung pada asumsi kebosanan itu terjadi karena lingkungan di sekitar yang tidak nyaman.

Baca juga:

Inner Critic, Sering Menyalahkan Diri Sendiri

3. Kesulitan berkonsentrasi

Kesulitan berkonsentrasi mendorong orang cepat mengeluh kebosanan. (Foto: Unsplash/Thought Catalog)
Kesulitan berkonsentrasi mendorong orang cepat mengeluh kebosanan. (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Beberapa orang yang kesulitan berkonsentrasi cenderung mengeluh karena cepat mengalami kebosanan. Terutama ketika tidak bisa berkonsentrasi, pikiran kita terus berpergian ke sana ke mari. Meski pun di dalam pikiran ada banyak kegiatan, sayangnya tidak hal di dalam dunia nyata. Dan ini menjadi alasan kenapa kamu semakin merasa bosan.

4. Mengontrol

Ketika tidak bisa mengubah keadaan menjadi menyenangkan. kita merasa bosan. (Foto: Unsplash/Andre Hunter)
Ketika tidak bisa mengubah keadaan menjadi menyenangkan. kita merasa bosan. (Foto: Unsplash/Andre Hunter)

Di tahap ini, kebosanan terjadi karena kita tidak memiliki kendali atas apa yang sedang kita pikirkan. Berpikir terus menerus untuk mengubah situasi, membuat pikiran akan semakin stres dan bosan. Sebenarnya kamu bisa mengontrol rasa itu dengan meninggalkan suatu keadaan yang menurutmu itu membosankan. Namun, kebosanan akan terus terjadi ketika tidak mampu untuk mengubah keadaan menjadi lebih menyenangkan. (Ren)

Baca juga:

Cara Berkualitas Menghabiskan Waktu Luang Agar Lebih Bermanfaat

#Psikologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Indonesia
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Tidak hanya itu, layanan ini juga terintegrasi dengan Kartu Tanda Peserta ASABRI
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Juni 2025
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Fun
Kesedihan Seringkali Berujung pada Impulsive Buying, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bukan tentang barangnya, seseorang yang bersedih hanya mencari sensasi kesenangan dari aktivitas kesibukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Februari 2025
Kesedihan Seringkali Berujung pada Impulsive Buying, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fun
Alasan Psikologis Seseorang Jadi Fomo, Kenali Tanda-tandanya
Ada banyak alasan orang menjadi fomo, salah satunya butuh validasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Desember 2024
Alasan Psikologis Seseorang Jadi Fomo, Kenali Tanda-tandanya
Fun
Sering Berbicara Sarkas Berarti Punya Kecerdasan Tinggi? Simak Penjelasannya
Sarkasme punya elaborasi terhadap kecerdasan seseorang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 Oktober 2024
Sering Berbicara Sarkas Berarti Punya Kecerdasan Tinggi? Simak Penjelasannya
Fun
Waspada, Ini 5 Tanda Pasangan Kamu Punya Sifat Patriarki
Sifat patriarki bisa muncul dalam berbagai bentuk dan dapat memengaruhi hubungan antar pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 Oktober 2024
Waspada, Ini 5 Tanda Pasangan Kamu Punya Sifat Patriarki
Fun
5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup
Apresiasi mungkin hanya berbentuk kata, tetapi memberikan kekuatan luar biasa.
Wisnu Cipto - Minggu, 13 Oktober 2024
5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup
Bagikan