5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 13 Oktober 2024
5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup

5 Manfaat mengapresiasi anak sebagai bekal mereka menghadapi kerasnya hidup. (Foto: pexel/Alexander Dummer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Apresiasi mungkin hanya berbentuk kata, tetapi memberikan kekuatan luar biasa. Apresiasi sangat dibutuhkan untuk anak, sebab studi membuktikan apresiasi mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Apresiasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kesadaran terhadap nilai seni dan budaya, penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu. Apresiasi kepada anak bisa yang paling mudah dan praktis dilakukan adalah dengan memuji melalui kata-kata.

Baca juga:

Pentingnya Lagu Anak-Anak untuk Tumbuh Kembang, Waspadai Nyanyian Berbahasa Asing

Berikut ini ada lima manfaat dalam mengapresiasi anak terhadap tumbuh kembang anak:

1. Kepercayaan Diri

Penghargaan memainkan peran mendasar dalam memperkuat rasa percaya diri anak. Ketika anak-anak menerima pujian yang tulus, mereka menginternalisasi citra diri yang positif, memotivasi mereka mengeksplorasi, belajar, dan menghadapi tantangan baru. Apresiasi dapat menguatkan keyakinan positif anak, menjaga harga diri, ketahanan, dan keyakinan pada kemampuan mereka sendiri.

2. Membina Pola Pikir Berkembang

Penghargaan berpotensi menumbuhkan pola pikir berkembang pada anak-anak. Dengan apresiasi membantu anak untuk berpikir bahwa aksinya bjsa memicu respon baik. Anak-anak belajar bahwa dedikasi, ketekunan, dan kemauan mereka untuk belajar dihargai.

3. Memupuk Empati dan Kasih Sayang

Dengan menghargai dan menyoroti tindakan kebaikan, kemurahan hati, dan empati, kita menginspirasi anak-anak untuk menumbuhkan kualitas-kualitas ini dalam diri mereka. Ketika anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai atas tindakan penuh kasih sayang mereka, mereka mengembangkan rasa empati yang lebih dalam dan keinginan untuk berkontribusi secara positif terhadap dunia.

Baca juga:

Ayah, Rokok Dapat Hambat Tumbuh Kembang Balita Nih

4. Memperkuat Hubungan

Orang tua mengapresiasi anak memperkuat landasan hubungan yang kuat dan bermakna dengan anak-anak. Seseorang yang mengapresiasi anak, berarti meluangkan waktu untuk memperhatikan dengan benar, menghargai kontribusi, pemikiran, dan ide anak-anak, hal itu menumbuhkan rasa percaya yang mendalam dan rasa saling menghormati.

5. Memupuk ketahanan dan ketekunan
Ketika mengapresiasi anak, artinya orang dewasa mengakui tekad, upaya, dan ketahanan mereka dalam menghadapi tantangan, sekaligus memperkuat pentingnya kegigihan dan kerja keras.

Anak-anak belajar kemunduran bersifat sementara dan upaya mereka dihargai, bahkan ketika hasilnya mungkin tidak memenuhi ekspektasi. Pemahaman ini menanamkan pola pikir tangguh dalam diri mereka, mendorong mereka untuk bertahan melalui rintangan dan bangkit kembali dari kegagalan. (Tka)

#Pertumbuhan Anak #Psikologi #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Bagikan