Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Psikiater Elvine Gunawan yang jadi pembicara dalam acara Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Mestruation with Laurier. (Foto: MerahPutih.com/Tika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mengejek dan mengolok perempuan yang sedang menstruasi ternyata bukan hal sepele. Dampaknya bisa serius, bahkan berisiko mengganggu kesehatan mental jika terus terjadi tanpa ada dukungan yang tepat.

Psikiater Elvine Gunawan mengungkapkan, stigma yang kerap dilekatkan pada perempuan saat menstruasi dapat memicu tekanan psikologis, baik dari lingkungan sosial maupun dari dalam diri sendiri.

“Ketika kita mendapatkan stigma haid yang paling sering, self stigma dalam diri kita makin kuat,” ujarnya saat ditemui di Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier, di Silk Bistro, Selasa (21/4).

Elvine menjelaskan, terdapat dua bentuk tekanan yang sering muncul, yakni stigma sosial dari lingkungan dan self stigma yang tumbuh dari dalam diri perempuan itu sendiri.

“Jadi ada social stigma dan ada self stigma yang datang dari diri kita, bentuknya kenapa kita perempuan, kenapa kita menstruasi di momen mendekati menstruasi bahkan ada yang sampai cemas. Jadi kalau kita di titik itu, padahal proses itu adalah proses yang normal sebagai perempuan,” ucapnya.

Baca juga:

Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat

Menurutnya, penting bagi perempuan untuk memahami bahwa menstruasi adalah proses biologis yang wajar, bukan sesuatu yang harus dipermalukan atau dijadikan bahan ejekan.

Elvine menekankan bahwa perempuan berhak menjalani proses menstruasi dengan penuh penghargaan terhadap diri sendiri.

“Dan itu adalah hak kita menikmati momen menstruasi kita dengan sgala dignity yang kita miliki. Kalau ada momen yang gak nyaman biasakan menyampaikan ‘saya tidak nyaman dengan yang kamu lakukan’. Dan ketika itu dilakukan sebagai membela diri, maka itu bukti bahwa kita mencintai diri kita sendiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, perempuan tidak perlu takut dianggap berlebihan saat membela diri dari stigma atau perlakuan yang tidak nyaman.

“Gak apa-apa. Kan yang melindungi diri kita, kita sendiri siapa lagi. Yang normal menurut orang lainkan belum tentu normal menurut kita,” tegasnya.

Baca juga:

Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya

Dalam kesempatan yang sama, Laurier turut menyuarakan pentingnya dukungan terhadap perempuan saat menstruasi melalui kampanye Comfort Made Together.

VP Marketing Kao Indonesia, Susilowati, mengatakan pihaknya ingin membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya dukungan yang tepat bagi perempuan.

Menurutnya, menstruasi adalah proses alami dalam siklus kehidupan, namun masih sering dianggap sepele. Ketidaknyamanan fisik dan emosional kerap dinormalisasi, sementara respons lingkungan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perempuan.

“Banyak orang sebenarnya peduli, namun belum selalu tahu cara memberikan dukungan yang tepat. Karena itu, Laurier ingin melampaui peran perlindungan dengan menghadirkan kenyamanan yang lebih menyeluruh, melalui pemahaman, dukungan, dan koneksi. Lewat Comfort, Made Together, kami mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif agar perempuan merasa lebih dipahami, terutama saat menstruasi,” kata dia. (Tka)

#Menstruasi #Psikologi #Psikiater #Kesehatan Mental #Perempuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Indonesia
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Girls Takeover rayakan satu dekade dengan memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk mengambil alih peran pemimpin.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Indonesia
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Sejarah Indonesia mencatat banyak perempuan yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui peran publik maupun melalui pengabdian di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Indonesia
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Komposisi penduduk laki-laki mencapai 50,47 persen, sementara perempuan sebesar 49,53 persen. Sementara itu, perempuan dewasa berusia 18-59 tahun sekitar 29,57 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Bagikan