Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat

Psikiater Elvine Gunawan yang jadi pembicara dalam acara Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Mestruation with Laurier. (Foto: MerahPutih.com/Tika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pakar psikiatri mengingatkan perempuan untuk mewaspadai Premenstrual Dysphoric Disorder menjelang menstruasi. Kondisi ini bukan sekadar perubahan suasana hati biasa, tetapi dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan, PMDD merupakan gangguan yang lebih berat dibandingkan Premenstrual Syndrome. Pada kondisi ini, perubahan emosi bisa terasa sangat ekstrem, bahkan menyerupai gejala depresi berat.

“Di masa menstruasi, ada yang sampai tidak mau keluar kamar, kehilangan energi total, atau merasa sangat sedih seperti depresi. Itu yang disebut PMDD,” ujarnya saat ditemui di acara Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier, di Silk Bistro, Selasa (21/4).

Ia menegaskan, fase PMDD bersifat berulang dan biasanya muncul di setiap siklus menstruasi. Jika tidak ditangani, kondisinya berpotensi memburuk dari waktu ke waktu. Karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali pola perubahan emosi yang dialami setiap bulan.

Baca juga:

PMS Bisa Picu Migrain Parah, Bagiamana Mengatasinya?

Salah satu tanda utama PMDD adalah perubahan mood yang jauh lebih ekstrem dibandingkan kondisi normal. Dalam beberapa kasus, penderita bahkan dapat mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Selain itu, respons emosional terhadap masalah sehari-hari juga bisa terasa berlebihan, sehingga mengganggu aktivitas dan hubungan sosial.

Jika mengalami gejala tersebut, Elvine menyarankan untuk tidak ragu mencari bantuan profesional.

“Jangan takut mencari pertolongan. Kita perlu memastikan apakah ini masih dalam batas normal atau sudah masuk kategori gangguan,” jelasnya.

Langkah awal dapat dilakukan dengan memeriksakan kondisi ke dokter kandungan untuk mengevaluasi kemungkinan gangguan hormonal. Setelah itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa seperti psikiater sangat dianjurkan.

Baca juga:

4 Herbal yang Bisa Atasi Masalah Nyeri Haid

Lagi Haid? Inilah Pilihan Olahraga yang Dapat Kamu Lakukan

Elvine juga menekankan pentingnya kebiasaan sederhana seperti mencatat atau menjurnal siklus menstruasi. Dengan cara ini, perempuan dapat lebih mudah mengenali pola perubahan emosi yang terjadi setiap bulan.

Misalnya, saat mendekati menstruasi muncul perasaan lebih sensitif, mudah marah, atau sulit mengendalikan emosi.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat turut berperan besar dalam membantu mengelola gejala PMDD. Olahraga rutin, pola makan seimbang, serta waktu tidur yang cukup dapat membantu tubuh melewati fase hormonal dengan lebih stabil.

Lebih jauh, Elvine menyoroti pentingnya dukungan sesama perempuan untuk saling berbagi pengalaman terkait menstruasi. Hal ini dapat membantu setiap individu memahami kondisi tubuhnya dan lebih cepat menyadari jika ada yang tidak normal.

“Emosi itu valid, tapi cara kita merespons dan mengekspresikannya belum tentu selalu tepat. Jika sudah di luar batas normal, jangan menarik diri. Segera cari bantuan,” ujarnya. (Tka)

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Depresi #Perempuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Gejala Depresi Pada Anak Sekolah dan Remaja Di Indonesia Empat Kali Lipat Dibanding Kelompok Dewasa
teknologi berkembang begitu cepat, dan kini smartphone serta media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Gejala Depresi Pada Anak Sekolah dan Remaja Di Indonesia Empat Kali Lipat Dibanding Kelompok Dewasa
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Indonesia
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Girls Takeover rayakan satu dekade dengan memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk mengambil alih peran pemimpin.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan