Kiat Hadapi Konflik Orang Tua-Anak Menurut Psikolog

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 23 September 2024
Kiat Hadapi Konflik Orang Tua-Anak Menurut Psikolog

Perbedaan pandangan antara orang tua dan anak adalah hal yang wajar terjadi. (Foto: Unsplash/Ricardo Maruri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Berkaca dari konflik orang tua - anak selebritas yang belakangan viral di media sosial, psikolog Endang Retno Wardhani, PhD. dari Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI), membeberkan tips untuk menghadapi konflik serupa. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan saling memaafkan sebagai langkah awal.

Baca juga:

Eratkan Hubungan dengan Si Kecil, Terapkan Gerakan 'Satu Jam Tanpa Gawai'

Menurutnya, perbedaan pandangan antara orang tua dan anak adalah hal yang wajar terjadi, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu konflik yang berkepanjangan.

"Perbedaan cara pandang dapat terjadi antara orang tua dan anak, kakak dengan adik, serta anggota keluarga lainnya," jelas Dhani.

Baca juga:

Ibu Bertahan dalam Hubungan KDRT, ini Dampaknya pada Anak

Untuk meredakan situasi, ia menyarankan untuk mengambil jeda sejenak dan membahas masalah tersebut dengan tenang di kemudian hari.

Komunikasi terbuka menjadi kunci utama dalam mencari solusi. Dhani menyarankan orang tua untuk membuka diri, karena pendapat mereka tidak selalu benar. Anak juga perlu mengkomunikasikan pikirannya dengan jelas agar dapat dipahami.

Baca juga:

Anak Butuh Peran Orang Tua agar Tak Jadi Pelaku Perundungan

Langkah-langkah yang bisa diambil, menurut Dhani, antara lain mengajak anak duduk bersama, mendengarkan sudut pandang mereka, dan mendiskusikan konsekuensi dari tindakan yang ingin dilakukan.

Terakhir, kesepakatan yang dicapai akan membantu memahami perbedaan yang ada dan menghindari konflik lebih lanjut. (waf)

#Psikologi #Psikolog #Anak #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Bagikan