Inner Critic, Sering Menyalahkan Diri Sendiri

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 03 September 2020
Inner Critic, Sering Menyalahkan Diri Sendiri

Inner critic, kritik batin yang membuat kita tidak percaya diri. (Foto: Unsplash/Andre Hunter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK masalah yang terjadi justru berawal dari dalam diri sendiri. Ketika dihadapkan dengan suatu masalah, pikiran kita menjadi pemegang peran penting bagaimana menghadapinya. Namun, sering kali pikiran kita justru meremehkan atau menyalahkan diri sendiri.

Kritik batin atau Inner Critic merupakan suara hati yang sering kali mengkritik atau menilai rendah diri kita. Dilansir dari Goodtherapy.org, hal ini bisa mengganggu kesejahteraan emosional dan juga harga diri seseorang. Sehingga diperlukan langkah untuk membungkam Inner critic ini.

Baca juga:

Zodiak Paling Sensitif dan Miliki Empati Tinggi

Laman Psychologytoday.com memberikan empat langkah untuk membantumu berhenti mengkritik batin.

1. Sadari adanya kritik batin

Sadari adanya kritik batin dalam pikiran kita. (Foto: Unsplash/Laurenz Kleinheider)
Sadari adanya kritik batin dalam pikiran kita. (Foto: Unsplash/Laurenz Kleinheider)

Sebelum bisa mengendalikan kritik batin itu, kamu harus menyadarinya terlebih dahulu. Ketika berdialog dengan batin, perhatikan apa yang terjadi di dalam pemikiranmu. Kritik ini bisa terjadi dengan begitu cepat, emosi itu juga bisa menjadi salah satu tanda adanya kritik batin. Emosi-emosi negatif seperti rasa bersalah, tidak percaya diri, atau malu menjadi bentuk dari kritik batin.

2. Jauhkan kritik dari dirimu

Jauhkan kritik batin dari dalam pikiran kita. (Foto: Unsplash/Nadine Shaabana)
Jauhkan kritik batin dari dalam pikiran kita. (Foto: Unsplash/Nadine Shaabana)

Semakin jauh kritik batin tentang dirimu, maka kesehatan mental juga akan terpengaruh. Setelah menyadari adanya kritik batin ini, kamu perlu memisahkan diri dari semua bentuk kritikan itu. Sehingga tidak akan berpengaruh pada rasa kepercayaan diri. Kamu juga akan bisa bebas dari kritikan-kritikan jahat dari dalam diri sendiri.

Baca juga:

Bikin Tersinggung, Jangan Tanyakan 5 Hal ini ke Temanmu

3. Berbicara

Kamu bisa berbicara dengan batin kita untuk membangkitkan rasa percaya diri. (Foto: Unsplash/Jonathan Cosens Photography)
Kamu bisa berbicara dengan batin kita untuk membangkitkan rasa percaya diri. (Foto: Unsplash/Jonathan Cosens Photography)

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah berbicara kepada kritik batin itu. Katakan kalau dirimu bisa menghadapi suatu masalah tanpa ada rasa bersalah. Jauhkan pikiran-pikiran negatif itu yang ada di dalam pikiranmu. Sehingga kamu bisa lebih bijaksana mendengarkan kritik batin.

4. Menggantikan kritik

Menggantikan kritik batin dengan suara hati yang lebih positif (Foto: Unsplash/Bruce Mars)
Menggantikan kritik batin dengan suara hati yang lebih positif (Foto: Unsplash/Bruce Mars)

Kamu perlu menguatkan suara hati yang positif untuk menggantikan adanya kritik batin itu. Ketika memiliki kekuatan positif, kita terlatih untuk melihat mana kritik yang membangun atau menjatuhan diri sendiri. Cara kerja otak kita memiliki sistem yang akan menyaring hal yang benar dari dalam diri kita. (May)

Baca juga:

Jangan Nyerah, Mudah Kok Jadi Podcaster yang Asyik

#Psikologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Indonesia
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Tidak hanya itu, layanan ini juga terintegrasi dengan Kartu Tanda Peserta ASABRI
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Juni 2025
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Fun
Kesedihan Seringkali Berujung pada Impulsive Buying, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bukan tentang barangnya, seseorang yang bersedih hanya mencari sensasi kesenangan dari aktivitas kesibukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Februari 2025
Kesedihan Seringkali Berujung pada Impulsive Buying, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fun
Alasan Psikologis Seseorang Jadi Fomo, Kenali Tanda-tandanya
Ada banyak alasan orang menjadi fomo, salah satunya butuh validasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Desember 2024
Alasan Psikologis Seseorang Jadi Fomo, Kenali Tanda-tandanya
Fun
Sering Berbicara Sarkas Berarti Punya Kecerdasan Tinggi? Simak Penjelasannya
Sarkasme punya elaborasi terhadap kecerdasan seseorang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 Oktober 2024
Sering Berbicara Sarkas Berarti Punya Kecerdasan Tinggi? Simak Penjelasannya
Fun
Waspada, Ini 5 Tanda Pasangan Kamu Punya Sifat Patriarki
Sifat patriarki bisa muncul dalam berbagai bentuk dan dapat memengaruhi hubungan antar pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 Oktober 2024
Waspada, Ini 5 Tanda Pasangan Kamu Punya Sifat Patriarki
Fun
5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup
Apresiasi mungkin hanya berbentuk kata, tetapi memberikan kekuatan luar biasa.
Wisnu Cipto - Minggu, 13 Oktober 2024
5 Manfaat Mengapresiasi Anak, Bekal Mereka Hadapi Kerasnya Hidup
Bagikan