Eliminasi AIDS di 2030, Pemkot Bandung Fokus Pada Ketersediaan Obat ARV

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Desember 2021
Eliminasi AIDS di 2030, Pemkot Bandung Fokus Pada Ketersediaan Obat ARV

Yayasan AIDS Indonesia mengampanyekan kesadaran akan HIV/AIDS. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Memperingati Hari AIDS sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama pemangku kepentingan lainnya berkonsolidasi untuk menekan angka penularan. Termasuk meningkatkan kualitas perawatan ODHA (Orang dengan HIV AIDS).

Dalam rangkaian peringatan Hari AIDS, berbagai kegiatan bakal dilakukan, seperti pelatihan kader remaja AIDS, Workshop Forum Warga Peduli AIDS, Pertemuan Koordinasi Stakeholder dan kegiatan lainnya.

Baca Juga:

Kasus HIV/AIDS di Solo Mengalami Peningkatan Drastis di Tengah Pandemi COVID-19

"Kualitas perawatan ODHA perlu ditingkatkan lagi terutama ketersediaan obat ARV yang sangat dibutuhkan. Bagaimana obat agar selalu tersedia dan lebih penting bisa diakses oleh ODHA," tutur Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada acara Peringatan Hari AIDS Sedunia, Rabu (22/12).

Yana mengatakan, agar para ODHA bisa menjalankan kehidupannya dengan kualitas baik, maka perlu mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kesehatan mental dan fisiknya harus tetap terjaga baik sehingga tetap produktif.

"Strartegi harus dipegang secara konsisten. Sebab inilah sebagai garis kebijakan nasional dan Indonesia memiliki target bahwa 2030 bebas epidemi AIDS. Itu artinya termasuk Kota Bandung yang mana kasus HIV AIDS perlu ditangani," jelasnya.

Meskipun saat ini masa pandemi COVID-19, Yana menerangkan, upaya pemerintah bersama stakeholder mengakhiri epidemi AIDS terus berjalan.

"Terus berupaya bagi ODHA tidak boleh terputus pengobatan ARF-nya, kalau berhenti potensi menularkan. Target kita itu bersama terus melakukan pendataan sehingga mengetahui berapa banyak ODHA yang harus ditangani,” bebernya.

Data Kementerian Kesehatan, program HIV-AIDS di Indonesia sudah mendapatkan bantuan dari Global Fund pertama kali sejak tahun 2003. Hingga saat ini program berlanjut hingga tahun 2018 – 2020 dengan program New Funding Model Continuation AIDS, Tuberculosis and Malaria (NFMc ATM).

Baca Juga:

Yayasan Lentera Solo, Rumah Bagi Anak Penderita HIV/AIDS Pertama di Indonesia

Pemerintah menargekan mengeliminasi HIV AIDS di tahun 2030 mendatang. Tetapi, hasil capaian program HIV AIDS tahun 2018 sampai September 2020 masih sangat jauh dari harapan yaitu 2018 (27,83 persen), 2019 (37,90 persen), 2020 (20,04 persen).

Pencapaian indikator yang perlu ditingkatkan adalah peningkatan akses pengobatan dan pemberian ARV kepada semua ODHA serta pemberian obat profilaksis TB dan ODHA.

Diperkirakan (ODHA) atau Orang Dengan HIV dan AIDS di Indonesia mencapai 543.100 orang, sampai dengan September 2021 sebanyak 378.446 di antaranya telah ditemukan. Namun, diantara ODHIV itu baru 149.833 yang mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) dan 48.588 ODHIV mengalami supresi viral load. (Imanha/ Jawa Barat)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19, Periode Berat Bagi Penderita HIV/AIDS

#HIV/AIDS #Peduli HIV/AIDS #Kota Bandung
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Baru HIV/AIDS Meningkat di Solo, 80 Persen Kasus Diklaim Pada Warga Luar Kota
Data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah pada awal Maret 2026, Kota Bengawan tercatat memiliki 412 kasus HIV/AIDS baru.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Kasus Baru HIV/AIDS Meningkat di Solo, 80 Persen Kasus Diklaim Pada Warga Luar Kota
Indonesia
WNA Ikut Sumbang 31% Kasus HIV/AIDS Baru, Warga Asli Bali Diimbau Hindari Kontak Seksual
Sepanjang tahun 2025 terdapat 2.039 kasus HIV/AIDS baru di Bali, dengan sekitar 31 persen di antaranya berasal dari warga luar Bali dan WNA.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
 WNA Ikut Sumbang 31% Kasus HIV/AIDS Baru, Warga Asli Bali Diimbau Hindari Kontak Seksual
Indonesia
Nasib Kebun Binatang Bandung Ditentukan 2 Bulan Lagi
Saat ini tiga level pemerintahan masih intensif mendiskusikan arah kebijakan terbaik bagi Kebun Binatang Bandung, termasuk konsep pengelolaan dan fungsi kawasan ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Nasib Kebun Binatang Bandung Ditentukan 2 Bulan Lagi
Olahraga
Persib Vs Persija, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Larang Bobotoh Pawai dan Minta Dewasa
"Kita tunjukkan bahwa Bobotoh bisa tetap tertib, baik dalam kondisi senang maupun sedih, tanpa menyusahkan orang lain,” kata Farhan.
Frengky Aruan - Jumat, 09 Januari 2026
Persib Vs Persija, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Larang Bobotoh Pawai dan Minta Dewasa
Indonesia
Otorita IKN Gencar Bikin Workshop Cegah HIV/AIDS, Ternyata Ini Tujuannya
Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-14 dalam jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) di seluruh dunia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 November 2025
Otorita IKN Gencar Bikin Workshop Cegah HIV/AIDS, Ternyata Ini Tujuannya
Indonesia
Mengejutkan, 15 Anak Sekolah Solo Terjangkit HIV karena Berorientasi Seksual Sesama Jenis
Hubungan sesama jenis memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit HIV.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
Mengejutkan, 15 Anak Sekolah Solo Terjangkit HIV karena Berorientasi Seksual Sesama Jenis
Indonesia
15 Anak Sekolah di Solo Terjangkit HIV, Diduga Gara-Gara Ini
KPA Solo mengungkapkan terus berusaha membentuk kesadaran akan bahaya HIV di kalangan siswa sekolah.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Oktober 2025
15 Anak Sekolah di Solo Terjangkit HIV, Diduga Gara-Gara Ini
Indonesia
Hampir 80 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Rentan HIV/AIDS, Terbanyak Ibu Hamil
Angka 79.559 jiwa itu hanya data sasaran orang berisiko terduga menderita HIV untuk dilakukan pemeriksaan dan belum dinyatakan positif.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 April 2025
Hampir 80 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Rentan HIV/AIDS, Terbanyak Ibu Hamil
Dunia
1,3 Juta Orang Teracatat sebagai Penderita Baru HIV pada 2023
Masih ada 9,3 juta orang masih tidak memiliki akses terhadap perawatan yang dapat menyelamatkan jiwa.
Dwi Astarini - Rabu, 27 November 2024
1,3 Juta Orang Teracatat sebagai Penderita Baru HIV pada 2023
Lifestyle
Mengenal HIV/AIDS, Bagaimana Bisa Tertular dan Apa Gejalanya?
HIV/AIDS perlu diketahui bagaimana bisa tertular dan apa saja gejalanya. HIV/AIDS merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Soffi Amira - Jumat, 22 November 2024
Mengenal HIV/AIDS, Bagaimana Bisa Tertular dan Apa Gejalanya?
Bagikan