MerahPutih.com - Kota Solo berada di urutan kedua daerah dengan temuan kasus HIV/AIDS baru terbanyak di Jawa Tengah.
Hal itu berdasarkan data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah pada awal Maret 2026, Kota Bengawan tercatat memiliki 412 kasus HIV/AIDS baru.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, buka suara atas temuan kasus /AIDS Solo Tembus 412 kasus pada Maret 2026. Tingginya temuan kasus HIV/AIDS di Solo tidak bisa dibaca secara sederhana sebagai tingginya penularan di dalam kota.
Jadi salah satu faktor utama tingginya temuan kasus adalah aktifnya skrining yang dilakukan Dinas Kesehatan Solo,
kata Retno, Minggu (31/5).
Baca juga:
WNA Ikut Sumbang 31% Kasus HIV/AIDS Baru, Warga Asli Bali Diimbau Hindari Kontak Seksual
Retno menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Solo, sekitar 80 persen kasus yang ditemukan merupakan warga luar Kota Solo. Sementara itu, warga Kota Solo hanya sekitar 20 persen.
Dari kasus yang ditemukan di Solo, hanya 20 persen yang warga Solo, sisanya warga luar Solo,
kata Retno.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS menjadi salah satu komitmen Pemkot Solo.
Ini menjadi keseriusan bagi kami, komitmen terhadap pemberantasan AIDS. Akan kita selesaikan, kita sosialisasikan ke masyarakat dan lebih kita perhatikan terkait pekat atau penyakit masyarakat,
katanya.
Pemkot Solo akan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS. Edukasi tersebut akan dilakukan melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.
Kita akan edukasi secara terus-menerus di pendidikan formal maupun nonformal. Nanti untuk Komisi Penanggulangan AIDS akan kita turunkan ke masyarakat supaya masyarakat mengetahui bahayanya,
terangnya.
Menurut Respati, pergaulan bebas menjadi salah satu faktor risiko dalam penularan HIV/AIDS. Karena itu, langkah preventif menjadi kunci penting dalam menekan kasus HIV/AIDS di Kota Solo.
Kelurahan Peduli AIDS saya rasa akan lebih kita optimalkan lagi. Dan yang akan kita buat terobosan adalah penekanan edukasi di sekolah-sekolah. Jadi anak-anak usia praremaja dan remaja ini menjadi prioritas khusus,
tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

