Headline

Ekonomi Stagnan, Iran Bakal Cabut Kembali Kesepakatan Nuklir

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 23 Februari 2018
Ekonomi Stagnan, Iran Bakal Cabut Kembali Kesepakatan Nuklir

Warga Iran merayakan kesepakatan nuklir. (CNN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kondisi domestik Iran mulai bergejolak dan mempengaruhi konstelasi politik Timur Tengah pada khususnya serta dunia pada umumnya.

Kondisi ekonomi yang stagnan menyusul sejumlah sanksi internasional memaksa Iran akan mencabut kembali kesepakatan nuklir tahun 2015 silam.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah pernyataan pada Kamis (22/2) mengungkapkan Iran akan hengkang dari kesepakatan nuklir 2015 bersejarah jika tidak ada keuntungan ekonomi darinya dan bank-bank besar terus gagal melakukan bisnis dengan negaranya.

Kesepakatan pada Juli 2015 antara Iran dan enam negara besar Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat -itu memaksa Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi yang telah melumpuhkan perekonomian Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sebuah ultimatum kepada negara-negara kekuatan Eropa pada 12 Januari, dengan mengatakan bahwa mereka harus setuju untuk "memperbaiki kekurangan mengerikan dari kesepakatan nuklir Iran" atau dia akan menolak memperpanjang peringanan sanksi AS terhadap Iran seperti yang diminta.

Sanksi AS akan terus berlanjut, kecuali Trump mengeluarkan "keringanan" untuk menangguhkannya pada 12 Mei.

"Kesepakatan itu tidak akan bertahan dengan cara ini bahkan jika ultimatum tersebut disahkan dan keringanan diperpanjang," kata Araqchi sebagaimana dilansir Antara dari Reuters saat menyampaikan pidato di Chatham House di London.

"Jika kebijakan membingungkan dan penuh dengan ketidakpastian seperti ini mengenai JCPOA berlanjut, jika perusahaan dan bank tidak bekerja dengan Iran, kami tidak dapat bertahan dalam kesepakatan yang tidak menguntungkan kami," kata Araqchi. "Itu fakta," tegasnya.

Trump melihat tiga aspek cacat dalam kesepakatan tersebut: kegagalannya untuk menangani program misil balistik Iran; persyaratan soal pengawas internasional dapat mengunjungi tempat yang diduga sebagai lokasi nuklir Iran; dan klausul "matahari terbenam" yang membatasi program nuklir Iran mulai berakhir setelah 10 tahun.

Dia ingin ketiganya diperkuat jika AS tetap dalam kesepakatan nuklir, yang dikenal oleh para diplomat sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA.

Iran memperingatkan bahwa jatuhnya kesepakatan tersebut akan mendorong dunia memasuki krisis nuklir lainnya.

"Jika kita kehilangan JCPOA, kita akan menghadapi krisis nuklir lagi," kata Araqchi.

Masyarakat Eropa mencemaskan keadaan perekonomian Iran yang bisa memicu negara tersebut melakukan ekspansi ke wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, sanksi ekonomi yang dipelopori Amerika Serikat bukan solusi terbaik.

"Bagi orang Eropa atau masyarakat dunia, ketika kita berbicara tentang mempertahankan JCPOA dan menyelamatkannya, ini bukan pilihan antara pasar Iran atau AS, ini bukan pilihan untuk kerja sama ekonomi: ini adalah pilihan antara memiliki keamanan dan ketidakamanan," ujar Abbas Araqchi.(*)

#Nuklir Iran #Konflik Timur Tengah #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Von der Leyen memperingatkan bahwa serangkaian serangan tersebut berkontribusi pada meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan