Efek Barnum pada Horoskop

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 26 Januari 2023
Efek Barnum pada Horoskop

Efek Barnum terjadi pada psikologis seseorang. (Pexels/Mikhail Nilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HOROSKOP merupakan ramalan yang didasarkan pada diagram yang menggambarkan posisi matahari, bulan, planet-planet, aspek-aspek astrologis, dan sudut-sudut sensitif pada saat kelahiran anak. Meskipun ilmu astrologi dan horoskop telah dinyatakan sebagai psudosains atau pengetahuan semu sejak berabad-abad lamanya. Namun banyak sekali orang di zaman sekarang yang masih percaya dengan ramalan horoskop ini.

Bahkan, ramalan astrologi dan horoskop menjadi industri bernilai miliaran dolar di beberapa negara. Para ahli menyatakan bahwa kepercayaan seseorang terhadap ramalan horoskop dan astrologi erat sekali kaitannya dengan sesuatu yang disebut sebagai Efek Barnum. Jadi apa itu efek barnum?

Baca Juga:

6 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Jenis Teh Favorit

horoskop
Horoskop erat dikaitkan dengan jenis ramalan lainnya, salah satunya tarot. (Pexels/cottonbro studio)

Efek barnum adalah fenomena psikologis ketika seseorang menganggap deskripsi tentang diri mereka akurat dan seolah dibuat khusus untuk mereka. Padahal, deskripsi tersebut sebenarnya sangat umum dan bisa diterapkan kepada semua orang.

Sesuatu yang terkait dengan efek barnum pasti menggunakan formula bias kognitif yang disebut subjective validation (validasi subjektif) yang mengacu pada kecenderungan kita untuk berpikir bahwa informasi yang diberikan tentang kepribadian kita adalah tentang kita terlepas dari generalisasinya.

Selain ramalan astrologi dan horoskop, fenomena efek ini bisa kita temukan pada ramalan tarot, tes kepribadian berdasarkan golongan darah, grafologi, pembacaan aura dan lain-lainnya.

Pada jurnal bertajuk The Fallacy of Personal Validation a Classroom Demonstration of Gullibility, Bertram R. Forer melakukan sebuah percobaan klasik yang menunjukkan keberadaan efek ini pada tahun 1948. Dalam percobaan tersebut, ia membagikan teks kepada 39 mahasiswa. Para mahasiswa diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut.

Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa, deskripsi yang seolah-olah ditulis khusus untuk mereka. Hasilnya, kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5.

Nyatanya, semua mahasiswa tersebut mendapatkan 'deskripsi kepribadian' yang sama. Pada penelitian tersebut, Forer juga menyusun hasil dari 'tes kepribadian' tersebut menggunakan kata-kata yang umum di buku astrologi. Meskipun sebenarnya mereka sudah mendapatkan penjelasan dengan disklaimer yang sama. Namun tetap saja masih banyak orang yang percaya dengan ramalan horoskop dan astrologi, khususnya
generasi millenial, mengapa begitu?

Baca Juga:

Punya Hewan Peliharaan Bantu Jaga Kesehatan Mental

stres
Stress dan ketidakpastian dalam hidup membuat orang percaya pada horoskop. (Pexels/Kat Smith)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, kanmengungkap bahwa generasi millenial adalah generasi dengan tingkat stres yang paling tinggi sejak 2014. Ini berkaitan dengan kepercayaan seseorang terhadap horoskop dan ramalan-ramalan lainnya. Karena ketika seseorang merasa stres, ia membutuhkan cara cepat untuk kabur sejenak dari realita dunia, dan ramalan-ramalan seperti horoskop dan astrologi menawarkan itu.

Dengan kata lain, kita tertarik pada horoskop karena horoskop bisa menjadi pelarian atau pengalihan kita dari rasa stres.

Manusia benci ketidakpastian. Namun sayangnya, realita kehidupan kita sangat penuh dengan ketidakpastian tersebut. Ramalan-ramalan sejenis horoskop bisa seolah-olah memberikan kita kepastian terhadap apa yang akan terjadi dalam hidup. Ini kemudian menjadi faktor lain mengapa banyak orang percaya dan menyukai horoskop. Di dunia yang sering terasa di luar kendali dan terlalu rumit, bisa terasa membumi dan bahkan menenangkan untuk menghabiskan waktu dengan horoskop.

Dilansir dari byrdie.com, Alison Stone, psikolog holistik, menjelaskan bahwa salah satu alasan yang dilakukan astrologi bagi kita adalah menyediakan kerangka kerja untuk memahami perilaku dan kepribadian kita sendiri, bersama dengan perilaku dan kepribadian orang lain.

"Sama seperti beberapa orang menyukai tes kepribadian, yang lain bersumpah dengan astrologi. Ini bisa terasa meyakinkan dan mengandung emosi, dengan cara, memiliki seperangkat prinsip menyeluruh yang memberi makna pada peristiwa dalam hidup kita, atau membantu menyebutkan bagian kepribadian," ungkap Stone. (dsh)

Baca Juga:

Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat dari 6 Genre Musik Favorit

#Horoskop #Zodiak #Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Bagikan