Dukungan Terhadap Gubernur NTT untuk Tolak Radikalisme Terus Mengalir

Eddy FloEddy Flo - Senin, 08 Mei 2017
Dukungan Terhadap Gubernur NTT untuk Tolak Radikalisme Terus Mengalir

Gubernur NTT Frans Lebu Raya (paling kanan) (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dukungan terhadap Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya untuk menolak kehadiran paham radikalisme di provinsi berbasis kepulauan itu terus mengalir melalui karangan bunga. Karangan bunga yang sebelumnya, hanya berjumlah sekitar 65 buah, hingga Senin sudah lebih dari 100 buah.

Hingga Senin siang, warga masih terus berdatangan meletakan karangan bunga, baik di dalam halaman dan depan lobi kantor Gubernur NTT. Ada juga yang diletakan di depan pagar depan Kantor Gubernur NTT di jalan El Tari. Pemasangan karangan bunga ini ada yang berasal dari kelompok organisasi, instansi maupun individu. Selain berasal dari himpunan dan ikatan mahasiswa dari sejumlah daerah di NTT ada juga dari organisasi sosial lainnya.

Mariana, seorang warga yang ditemui di lokasi itu mengaku, NTT adalah daerah dengan toleransi terbaik di Indonesia, sehingga penolakan terhadap paham radikalisme seperti Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta berbagai paham intoleran. Nampak anggota Satuan Polisi Pamong Praja Setda Provinsi NTT terus memantau aktivitas warga ini.

Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Semuel Pakereng yang dikonfirmasi di Kupang, mengatakan, Pemprov NTT memberi apresiasi kepada masyarakat, baik secara individu maupun kelompok yang secara spontan memberikan dukungan.

Menurut Pakereng, dalam hubungan dengan radikalisme, Gubernur NTT pada setiap kesempatan selalu menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat NTT supaya selalu waspada terhadap adanya paham radikalisme.

Dia mengatakan, awal pekan lalu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya juga telah mengumpulkan semua pimpinan satuan kerja perangkat daerah mulai dari eselon II, III dan IV untuk menyampaikan secara khusus masalah radikalisme ini.

"Bapak Gubernur awal Minggu lalu memimpin rapat dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat struktural lingkup pemprov NTT. Dalam rapat ini, Bapak Gubernur tekankan soal radikalisme," katanya.

Dalam rapat itu, Gubernur sudah meminta seluruh pimpinan SKDP untuk melakukan pengawasan mulai di instansi masing-masing dan lingkungan tempat tinggal.

"Prinsipnya adalah paham radikalisme tidak boleh masuk, apalagi berkembang di NTT. Seluruh rakyat NTT sudah menjalani hidup be rdampingan dan penuh toleransi," katanya Semuel Pakereng.

Sumber: ANTARA

#Nusa Tenggara Timur (NTT) #Radikalisme #HTI #Front Pembela Islam (FPI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Rizieq Shihab meminta Presiden Prabowo Subianto membubarkan ormas yang disebutnya beranggotakan preman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Bagikan