Duet Ganjar-Sandi Dinilai bakal Mudah Dapat Dukungan Publik

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 24 Desember 2022
Duet Ganjar-Sandi Dinilai bakal Mudah Dapat Dukungan Publik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Duet Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno bisa menjadi pasangan alternatif untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Kalau Ganjar pasangannya Sandi, Sandi adalah bagian dari pemerintahan hari ini, saya kira akan lebih mudah untuk mendapat tiket," ujar Direktur Eksekutif Ide Cipta Research and Consulting (ICRC), Hadi Suprapto Rusli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/12).

Baca Juga

Survei Capres 2024 Poltracking: Ganjar Teratas, Anies Salip Prabowo

Hadi menjelaskan, Menparekraf Sandiaga Uno memiliki beberapa kelebihan. Menurutnya, kelebihan-kelebihan itu berpotensi menuai dukungan.

"Sandi cukup populer dan punya popularitas, itu penting dalam pemilu. Selain itu, memiliki jabatan publik dan logistik. Sandi berpotensi mendapat dukungan Jokowi," ujarnya pula.

Sementara itu, Ketua Ganjar Pranowo (GP) Mania Immanuel Ebenezer mengaku lebih cocok jika Ganjar berpasangan dengan Sandiaga Uno. Immanuel yang akrab disapa Bung Noel menyebut Sandiaga Uno mumpuni secara sosial dan politik.

"Soal pengalaman jadi pejabat sudah, jadi pengusaha sudah, mendampingi siapa pun sudah. Nah yang dia belum lakukan kan menjadi pendampingnya Mas Ganjar. Anak muda, pekerja, sangat energik," kata Noel yang juga merupakan Ketua Jokowi Mania (JoMan).

Baca Juga

PSI dan Demokrat Nikmati Kenaikan Elektabilitas Berkat Kampanyekan Ganjar dan Anies

Sebelumnya, hasil survei Charta Politika Indonesia juga mengungkapkan Sandiaga Uno dianggap menjadi pasangan terbaik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo apabila Pemilihan Presiden 2024 digelar pada hari ini.

Dalam simulasi empat pasangan, duet Ganjar dan Sandiaga memperoleh 34,7 persen. Lalu, duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 24,8 persen.

Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 22,8 persen. Selanjutnya Ketua DPR RI Puan Maharani dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 4,1 persen. Sementara terdapat 13,6 persen responden memilih tidak tahu dan tidak jawab. (*)

Baca Juga

Momen Ganjar Bertemu Megawati di Solo

#Ganjar Pranowo #Sandiaga Uno #Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Bagikan