DPR Soroti WNA Bermasalah, Pengawasan Imigrasi Dinilai Masih Lemah

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 17 April 2026
DPR Soroti WNA Bermasalah, Pengawasan Imigrasi Dinilai Masih Lemah

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Prana Putra Sohe, menanggapi serius temuan sejumlah warga negara asing (WNA) bermasalah pasca pelaksanaan Operasi Wira Waspada yang digelar oleh Direktorat Jenderal Keimigrasian.

Temuan ini dinilai menjadi indikator bahwa sistem pengawasan terhadap WNA masih memiliki celah yang perlu segera diperbaiki.

Prana menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif aparat imigrasi melalui Operasi Wira Waspada. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak boleh berhenti pada pola penindakan semata.

“Temuan WNA bermasalah ini menunjukkan bahwa pengawasan kita masih belum sistemik, belum terintegrasi, dan cenderung reaktif. Kita membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4).

Baca juga:

Kapolres Luruskan Suami Siri Pembunuh Warga Bambu Apus Ternyata WNA Irak, Bukan Iran

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyoroti berbagai persoalan, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, lemahnya pengawasan pasca kedatangan, hingga kurang optimalnya koordinasi antarinstansi.

Menurut Prana, pengawasan terhadap WNA selama ini masih berjalan secara sektoral dan administratif. Data antar lembaga seperti imigrasi, kepolisian, pemerintah daerah, dan kementerian terkait belum sepenuhnya terhubung secara real-time, sehingga deteksi dini terhadap potensi pelanggaran seringkali terlambat.

Sementara di sisi lain, kapasitas pengawasan di daerah masih menghadapi keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun dukungan teknologi. Hal ini diperparah dengan belum maksimalnya pelibatan masyarakat dalam sistem pengawasan.

Demi meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap WNA, Prana mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain pengawasan terhadap WNA harus melibatkan sinergi aktif antara imigrasi, kepolisian, pemerintah daerah, kementerian tenaga kerja, hingga aparat desa/kelurahan.

Baca juga:

DPR Minta Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Transparan

"Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan pengawasan berjalan menyeluruh dari pusat hingga daerah," ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah segera membangun sistem terpadu berbasis digital yang menghubungkan data antarinstansi secara real-time guna mempercepat deteksi dan respons terhadap pelanggaran.

"Dan yang juga penting saya harap pemerintah melakukan profiling risiko terhadap WNA sejak tahap pengajuan visa, termasuk memperketat verifikasi sponsor dan tujuan kedatangan," tegas Prana.

Prana Putra Sohe mengungkapkan, bahwa Indonesia harus tetap terbuka bagi WNA yang memberikan kontribusi positif, namun pengawasan yang kuat tetap menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan hukum dan keamanan nasional.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Tanpa itu, pengawasan akan selalu berjalan parsial dan tidak efektif. Kita harus bergerak bersama untuk memastikan setiap WNA yang berada di Indonesia patuh terhadap hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Pon)

#DPR RI #Warga Negara Asing (WNA) #Imigrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Terjaring Operasi Penindakan Prostitusi, 18 WNA Dideportasi Dari Bali
Seluruh WNA yang dideportasi juga diusulkan masuk dalam daftar penangkalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - 55 menit lalu
Terjaring Operasi Penindakan Prostitusi, 18 WNA Dideportasi Dari Bali
Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - 2 jam, 30 menit lalu
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
WNA Rusia Hilang di Tebing Tanjung Mebulu Bali, Basarnas Turunkan Personel
WNA Rusia dikabarkan hilang di Tanjung Mebulu, Bali. Basarnas pun langsung menurunkan personel dan melakukan pencarian.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
WNA Rusia Hilang di Tebing Tanjung Mebulu Bali, Basarnas Turunkan Personel
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Bagikan