MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya bersama Direktorat Pajak Kementerian Keuangan membongkar sindikat produsen meterai palsu yang telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1 triliun.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas menyita sekitar 3,4 juta keping meterai palsu, satu mesin set produksi yang mampu mencetak hingga 900.000 keping meterai dalam waktu 10 hari, serta tiga gulung bahan baku untuk memproduksi meterai dalam jumlah besar. Sindikat tersebut diketahui telah menjual sekitar empat juta keping meterai palsu dengan omzet mencapai Rp 40 miliar.
"Saya mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya bersama Kementerian Keuangan dalam membongkar sindikat produsen meterai palsu ini. Praktik kejahatan seperti ini betul-betul merugikan negara, dan pada saat yang sama masyarakat juga ikut dirugikan," kata Rano, Jumat (21/8).
Menurut Rano, pemalsuan meterai bukan sekadar tindak pidana pemalsuan dokumen, melainkan juga berkaitan dengan penerimaan negara. Oleh karena itu, pengungkapan kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran dan produksi meterai.
Baca juga:
Rano meminta kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas, termasuk menelusuri seluruh jaringan yang terlibat dalam produksi, distribusi, hingga pemasaran meterai palsu. "Polisi harus terus mengusut tuntas kasus ini dan menyeret seluruh pelakunya ke meja hijau. Jangan berhenti hanya pada pelaku yang sudah ditangkap. Kalau ada jaringan yang lebih besar di belakangnya, harus dibongkar sampai tuntas," tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah bersama aparat penegak hukum melakukan langkah antisipasi dan pencegahan agar praktik pemalsuan meterai tidak kembali terjadi. "Di masa depan, pemerintah dan kepolisian harus memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan terhadap pemalsuan meterai. Jangan sampai praktik seperti ini terus berulang dan semakin besar merugikan negara maupun masyarakat," ujarnya.
Selain penindakan, Rano menilai edukasi kepada masyarakat juga penting. Pemerintah dan kepolisian perlu melakukan sosialisasi mengenai cara membedakan meterai asli dan meterai palsu agar masyarakat tidak menjadi korban. "Perlu ada sosialisasi yang masif kepada masyarakat tentang bagaimana membedakan meterai asli dan palsu. Masyarakat harus diberi informasi yang mudah dipahami sehingga tidak mudah tertipu atau tanpa sengaja menggunakan meterai palsu," kata Rano.
Rano juga mengimbau masyarakat yang menemukan atau mencurigai adanya peredaran meterai palsu agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.
"Kalau masyarakat menemukan meterai yang diduga palsu atau mengetahui adanya praktik produksi dan peredaran meterai palsu, segera laporkan kepada polisi. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu aparat memberantas kejahatan ini," pungkasnya.(Pon)
Baca juga: