Dokter Meninggal akibat COVID Semakin Meningkat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 15 Oktober 2020
Dokter Meninggal akibat COVID Semakin Meningkat

Pengendara motor melintas di depan mural tentang dukungan terhadap tenaga medis di Depok, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar duka kembali datang dari dunia kesehatan ketika Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan setidaknya empat dokter gugur karena COVID-19 dalam waktu satu pekan ini.

Sementara itu, di dua pekan awal bulan Oktober, total sembilan dokter yang dicatat oleh PB IDI meninggal dunia.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto mengatakan, hingga hari ini, Kamis (15/10), total dokter yang meninggal terus bertambah.

Baca Juga:

130 Dokter Meninggal Dunia Akibat COVID-19

"Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada sembilan dokter meninggal dunia dengan total 136 dokter wafat akibat COVID-19," kata Dokter Ari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10).

Dari 136 dokter yang meninggal dunia, rinciannya adalah 71 dokter umum dengan enpat di antaranya merupakan guru besar. Kemudian, tercatat 63 orang merupakan dokter spesialis, serta lima guru besar, serta dua dokter residen.

Dua orang tenaga kesehatan memeriksa mobil ambulans yang akan masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Dua orang tenaga kesehatan memeriksa mobil ambulans yang akan masuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Data para dokter yang meninggal dunia adalah mereka yang berasal dari18 IDI wilayah provinsi dan 66 IDI Cabang kota/kabupaten.

Berdasarkan wilayah provinsi, jika dirincikan, Jawa Timur merupakan wilayah dengan tingkat kematian dokter paling banyak dengan 32 dokter.

Kemudian, di posisi kedua ada Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, dan Jawa Barat 12 dokter.

Baca Juga:

Aturan Layanan Radiologi Bikin Resah Dokter Gigi

Lalu lanjut di Jawa Tengah ada sembilan dokter, Sulawesi Selatan enam dokter, Bali lima dokter, dan Sumatera Selatan empat dokter.

Di samping itu, provinsi Kalimantan Selatan mencatat empat dokter meningg, di Aceh ada empat dokter, Kalimantan Timur tiga dokter, Riau empat dokter, Kepulauan Riau dua dokter.

Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat dua dokter, Nusa Tenggara Barat dua dokter, Sulawesi Utara eua dokter, Banten dua dokter, dan Papua Barat satu dokter. (Knu)

Baca Juga:

IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur

#Ikatan Dokter Indonesia (IDI) #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Riza Chalid, selaku pemilik manfaat PT Orbit Terminal Merak, merupakan salah satu dari delapan tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Agustus 2025
Viral Anak Meninggal Dunia dengan Cacing di Otak, Kenali Tanda-Tanda Awal Kecacingan yang Sering Dikira Batuk Biasa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Pesan berantai dengan klaim “IDI rilis 19 minuman yang mengandung Aspartame penyebab pengerasan otak” adalah konten palsu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: IDI Publikasikan 19 Minuman yang Sebabkan Diabetes dan Pengerasan Otak
Indonesia
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
PB IDI memohon kepada Kementerian Kesehatan untuk menghormati dan melindungi hak dokter, terutama dalam menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Mei 2025
PB IDI Protes Mutasi dan Pemberhentian Dokter Vertikal oleh Kemenkes, Dinilai Tidak Punya Alasan
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Jumlah pengungsi tercatat saat ini sekitar 5.400 orang yang terdiri atasi anak, dewasa, dan lansia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 September 2024
Pengungsi Gempa Bandung Raya 5.400 Orang, IDI Terjunkan Tim Medis
Indonesia
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Dokter Diani Kartini melayangkan surat yang mempertanyakan soal kesediaan melepas hijab jika diterima di RS Medistra
Wisnu Cipto - Senin, 02 September 2024
RS Medistra Minta Maaf Terkait Syarat Diterima Kerja Harus Lepas Hijab
Indonesia
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
"Kabar itu tidak ada hubungannya dengan Kemenkes. Itu masalah internal Unair," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Kemenkes Bantah Terlibat Pemecatan Dekan FK Unair Penolak Dokter Asing
Indonesia
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Universitas berdalih pencopotan dekan FK Unair itu merupakan kebijakan internal untuk penguatan lembaga.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juli 2024
Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipecat
Indonesia
IDI Ingatkan Dokter Tidak Boleh Beriklan Terutama Terkait Produk
Dokter menggunakan media sosial juga diwanti-wanti untuk menjaga kerahasiaan informasi kesehatan pasien, serta membedakan akun pribadinya dan yang digunakan untuk kepentingan umum.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 03 Maret 2024
IDI Ingatkan Dokter Tidak Boleh Beriklan Terutama Terkait Produk
Bagikan