Disdik Minta Orang Tua Tak Panik saat Pendaftaran PPDB 2024

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 10 Juni 2024
Disdik Minta Orang Tua Tak Panik saat Pendaftaran PPDB 2024

Ilustrasi pelajar Indonesia. (Foto: Unsplash/Syahrul Alamsyah Wahid)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mulai hari ini Senin (10/5) Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menggelar proses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK.

Proses pendaftaran dan pemilihan sekolah dibuka sejak pukul 08.00 WIB di laman web https://ppdb.jakarta.go.id.

Wakil Kepala Disdik DKI Jakarta Purwosusilo meminta orang tua calon peserta didik baru (CPDB) agar tidak panik dan mengikuti peraturan yang berlaku saat melakukan pendaftaran.

"Tenang, enggak usah panik, ikuti PPDB sesuai dengan jadwalnya," kata Purwosusilo di Jakarta, Senin (10/6).

Baca juga:

PSI Buka 21 Posko PPDB di Seluruh Jakarta

Purwosusilo menuturkan, orang tua CPDB disarankan untuk mendatangi posko PPDB, jika menemukan kendala saat mendaftarkan anaknya.

"Posko terdekat itu di semua satuan pendidikan negeri, SD, SMP, SMA/SMK negeri yang terdekat dengan tempat tinggal masing-masing," tuturnya.

Purwosusilo menuturkan, pihaknya telah mengantisipasi agar situs PPDB DKI 2024 tidak mengalami kendala, yakni dengan membagi jadwal pendaftaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.

Per jenjang, Disdik DKI juga membagi PPDB 2024 berdasarkan jalurnya masing-masing. Ada empat jalur PPDB DKI 2024, yakni jalur zonasi, prestasi, perpindahan tugas orang tua, dan afirmasi.

Baca juga:

Layanan Informasi Jelang PPDB Online SD Negeri di Jakarta

Dalam kesempatan itu, Purwosusilo juga menyarankan orang tua CPDB tidak terburu-buru ketika mendaftarkan anaknya. Sebab, durasi pembukaan per jalur PPDB setiap jenjang termasuk lama.

"Iya, makanya waktunya masih ada, masih panjang, enggak usah cepet-cepetan. Kan ada isunya kalau kalah cepet, kalah ini, kan enggak begitu. Jadi, setiap jalur ada alat seleksinya," urainya. (asp)

#Dinas Pendidikan DKI #Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
 Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Skema pembelajaran Ramadan 2026 yang ditelah ditetapkan pemerintah berlaku 18 Februari–27 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Indonesia
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Pemkot Solo siap merekrut 286 tenaga pendidik pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya krisis tenaga pendidik akibat pensiun.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Bagikan