Dinkes DKI Teliti Kematian Pasien Corona di RS Rujukan COVID-19

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 05 Maret 2021
Dinkes DKI Teliti Kematian Pasien Corona di RS Rujukan COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti. Foto: beritajakarta.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bersama Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU Jakarta), University of Oxford (UK) dan Oxford University Clinical Research Unit (Vietnam) melakukan penelitian mengenai virus COVID-19.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik klinis dan kematian terkait COVID-19 pada pasien yang menjalani rawat inap di RS rujukan corona di ibu kota, dalam periode 2 Maret sampai 31 Juli 2020.

Penelitian ini memanfaatkan data hasil penyidikan epidemiologi COVID-19 yang dilakukan oleh tenaga epidemiolog, surveilans, dan tenaga kesehatan lainnya yang tersebar di DKI.

Baca Juga:

COVID-19 Varian Baru Masuk Indonesia, DPR Duga Ada Kelemahan Pengawasan

Widyastuti menyampaikan, sebelum penelitian dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menyusun perjanjian kerja sama dan mengajukan uji kelaikan etik ke Komisi Etik Litbangkes Kemenkes, yang mana pengurusan uji etik dilakukan oleh pihak EOCRU.

Setelah mendapatkan persetujuan etik, lanjut Widyastuti, tim peneliti dari EOCRU dan Dinkes DKI bersama-sama melakukan analisis dan interpretasi data untuk ditulis dalam bentuk artikel ilmiah berstandar internasional.

"Selanjutnya, proses pengiriman jurnal dan revisi dilakukan bersama dengan dikoordinasi oleh penulis utama dari EOCRU,” terangnya.

Ilustrasi - Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
Ilustrasi - Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Dalam penelitian dan penulisan jurnal, Dinkes DKI bertugas untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah data awal penyelidikan epidemiologi kasus COVID-19 di DKI.

Lalu, menginterpretasi hasil temuan dan me-review manuskrip bersama peneliti dari EOCRU. Kemudian, memastikan penggunaan data sesuai dengan pasal yang tertulis dalam perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak, serta menyetujui draf akhir manuskrip sebelum dikirim untuk review oleh tim editorial Lancet.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Memantik Musisi Jadi Lebih Mandiri

Widyastuti menuturkan, penelitian ini merupakan salah satu penelitian terbesar di negara berkembang, dan terbesar di Asia Tenggara, yang menganalisis karakteristik klinis dan kematian terkait COVID-19 pada pasien rawat inap. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan penanggulangan pandemi di Indonesia.

“Temuan terkait tingginya kematian pada pasien anak di bawah 5 tahun dapat menjadi landasan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor risiko dan dampak COVID-19 pada anak-anak di Jakarta serta wilayah lain di Indonesia," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Efek Vaksin dan Masker Terhadap Varian Baru COVID-19

#Dinas Kesehatan #COVID-19 #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Indonesia
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan