Dinas Kesehatan DKI Sebut Jakarta Rawan DBD
Nyamuk demam berdarah. (Foto: Pixabay/skeeze)
MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan sebanyak 84 RW di wilayah Jakarta rawan terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ia meruntut, semua RW di ibu kota yang rawan DBD, mulai dari wilayah Jakarta Pusat 3 RW, Jakarta Utara 7 RW, kawasan Jakarta Selatan 11 RW, Jakarta Timur 25 RW dan wilayah Jakarta Barat 38 RW.
"Saya sudah memetakan perkecamatan. Jadi Insidence Rate (IR) perkecamatannya sebagai bagian dari kita untuk lebih fokus. Bahkan kami juga sudah memetakan RW yang rawan. Supaya nanti fokusnya tuh ngak semua RW sama," kata Widyastuti di Jakarta, Senin (4/3).
Widyastuti memastikan bahwa data kasus DBD tersebut diupdate setiap minggunya. Namun, angka itu bukan berdasarkan jumlah kasus yang terjadi, melainkan menggunakan perhitungan IR yang diambil dari jumlah kasus per 100 ribu penduduk.
"Bukan berdasarkan jumlah kasus tapi IR sehingga proporsional. Kalau nanti hanya absolut saja, pasti Kalideres tinggi. Karena jumlah penduduknya banyak, makanya kami proporsionalkan," tutur Widyastuti.
Sebelumnya diketahui, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan ada sebanyak 2.343 kasus DBD terjadi di ibu kota hingga 3 Maret 2019 kemarin.
Berdasarkan angka insidence rate yang ditunjukan terdapat lima kecamatan yang memiliki peringkat tertinggi mengenai penyebaran demam berdarah sendiri. Di antaranya adalah kawasan Kalideres, Pasar Rebo, Cipayung, Matraman, dan Jagakarsa.
"Kecamatan ini jadi kecamatan yang insidence ratenya tertinggi di DKI per tanggal 3 Maret," kata Widyastuti. (Asp)
Baca Juga: NTT Waspada DBD, Puskesmas Mulai Siaga
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target