Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Sayid Ali mengunjungi Teras Lenteng Agung (Teras LA), Jagakarsa, Jakarta, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Merahputih.com - Di bawah terik matahari siang kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, keriuhan tak biasa terlihat di sentra kuliner Teras Lenteng Agung (Teras LA) pada Kamis (22/1).
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpakaian dinas tampak memadati gerai-gerai UMKM, tidak untuk melakukan inspeksi mendadak, melainkan menjalankan misi sebagai 'Rojali' alias rombongan jadi beli, bukan rombongan jarang beli.
Aksi borong makanan ini berhasil mencatatkan rekor transaksi yang memukau, di mana omzet pedagang meroket dari Rp5,7 juta di hari pertama hingga menembus angka lebih dari Rp8 juta pada hari kedua.
Baca juga:
Keterlibatan aktif para abdi negara ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar. Instruksi tersebut mewajibkan seluruh jajaran pemerintah kota berperan nyata dalam menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.
"Pada hari pertama transaksi dari ASN mencapai Rp5,7 juta. Hari kedua bahkan meningkat menjadi lebih dari Rp8 juta," ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sayid Ali, Kamis (29/1).
Keterlibatan ASN terbukti menjadi napas baru bagi para pedagang, terutama pada fase awal pengoperasian kawasan kuliner tersebut. Kehadiran fisik dan transaksi nyata dianggap sebagai solusi paling efektif dibandingkan sekadar promosi di media sosial.
Monitoring Ketat Lewat Tautan Digital
Uniknya, aksi belanja ini tidak sekadar seremoni. Pemerintah menerapkan sistem pemantauan digital untuk memastikan partisipasi setiap pegawai. Setiap transaksi wajib dilaporkan melalui tautan khusus yang kemudian dibagikan ke grup percakapan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai bukti pendukung.
Baca juga:
IdEA Beri Peringatan Keras Soal Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' yang Bikin Transaksi Turun Drastis
“Setiap hari ada 17 SKPD yang dijadwalkan. Total ASN yang datang ke sini bisa lebih dari 100 orang per hari,” tegas Sayid Ali.
Bahkan bagi pegawai yang memiliki agenda kerja padat dan tak sempat berkunjung ke lokasi, kewajiban "Rojali" tetap melekat.
Para ASN diwajibkan bertransaksi secara daring melalui tautan yang disediakan dan menitipkan pesanan kepada rekan sejawat yang berangkat ke lokasi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi pendapatan pedagang di Teras LA demi kemajuan UMKM di Jakarta Selatan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Gubernur Pramono Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Setelah Terhenti 2017, Langkah Serius Ditunjukkan
Film 'Extraction: Tygo' Syuting di Kota Tua Jakarta, Gubernur Pramono: Kota Global Terbuka untuk Dunia
Banjir Jakarta dan Modifikasi Cuaca, Pramono: Ada yang Senang, Ada yang Tidak
Ketua DPRD DKI Minta Tanggul Laut Jakarta Ditambah 1 Meter untuk Cegah Banjir Rob
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Daerah Tetangga Masih Terendam