Diancam Israel, Iran Tetap Pertahankan Pasukannya di Suriah
Panglima Tinggi Garda Revolusioner, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari (Foto: PressTV)
MerahPutih.Com - Pemerintah Iran akan tetap mempertahankan pasukan Garda Revolusioner di Suriah meski ditekan dan diancam Israel. Kepala Garda Revolusioner menyatakan pasukan militernya dipastikan tidak akan meninggalkan Suriah meski serangan roket Israel terus mengancam mereka.
Pernyataan tegas pejabat militer senior Iran itu sebagai jawaban atas peringatan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang menyatakan bahwa pasukan Israel akan terus menyerang orang-orang Iran di Suriah.
Peringatan Netanyahu tersebut sebagai ultimatum kepada militer Iran agar segera keluar dari wilayah Suriah yang terpapar konflik.
Kantor berita semi-resmi ISNA yang mengutip Panglima Tinggi Garda Revolusioner, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari, menolak ancaman tersebut, melaporkan bahwa "Republik Islam Iran akan tetap mempertahankan seluruh militer dan para penasehat revolusionernya dan senjatanya di Suriah." Jafari menyebut ancaman Netanyahu "candaan", dan memperingatkan bahwa pemerintah Israel "bermain dengan ekor singa." "Anda seharusnya takut pada hari raungan peluru-peluru kami yang dikendalikan dengan tepat dan jatuh di kepala Anda," kata dia.
Iran dan Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang tujuh tahun melawan pemberontak dan militan, dan telah mengirim ribuan prajurit ke negara itu.
Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Rabu (16/1) kemarin, Israel kini makin mencemaskan penempatan pasukan militer Iran di Suriah dalam jangka waktu yang lama. Bukan tidak mungkin negara tetangga Israel itu akan menjadi medan pemantauan Iran terhadap aktivitas militer Israel. Tak heran, dalam dua tahun terakhir ini, Israel telah melancarkan 200 serangan terhadap basis-basis tentara Iran di Suriah.
Benyamin Netanyahu mengatakan pada Senin bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan atas apa yang dia sebut depot senjata Iran di Suriah.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Simulasi Jawaban Jokowi Saat Dicecar Soal Kasus Novel Baswedan
Bagikan
Berita Terkait
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak