Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Desain Kota Terapung Raksasa Mengambil Bentuk Kura-Kura

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 24 November 2022
Desain Kota Terapung Raksasa Mengambil Bentuk Kura-Kura

Desainer Lazzarini mengatakan rancangannya membutuhkan hingga 8 miliar USD atau sekitar Rp 125,78 triliun. (Foto: Instagram/@lazzarinidesign)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT krisis ekonomi melanda dunia, apa yang lebih hebat dari superyacht? Tentu saja terayacht, nama yang diberikan untuk kapal pesiar yang bahkan lebih besar dari super, mega, dan gigayacht.

Kapal mewah terbaru yang memasuki pasar adalah Pangeos. Namanya dari Pangea, sebuah benua super yang ada sejak 200 juta hingga 335 juta tahun yang lalu. Namun, pembuatannya pun membutuhkan dana yang tidak sedikit, desainer Lazzarini mengatakan rancangannya membutuhkan hingga USD 8 miliar atau sekitar Rp 125,78 triliun.

Baca juga:

Castle in the Sky dari Studio Ghibli Menginspirasi Desain Hotel Terbang

Tidak heran harganya sangat mahal ketika ini, jika didanai, akan menjadi struktur terapung terbesar yang pernah dibangun. Tampak seperti markas musuh besar Bond, terayacht itu akan membentang sepanjang 550 meter dan lebar 610 meter.

Menurut Lazzarini, terayacht itu merupakan sebuah 'kota terapung' penuh dengan ruang untuk hotel, pusat perbelanjaan, taman, dan bahkan pelabuhan untuk kapal dan pesawat yang lebih kecil yang membawa kedatangan para tamu.

Desain Kota Terapung Raksasa Mengambil Bentuk Kura-Kura

Terayacht Pangeos ditujukan sebagai kota terapung yang akan dilengkapi dengan hotel, taman, dan pelabuhan. (Foto: Instagram/@lazzarinidesign)

Dibutuhkan lokasi khusus untuk pembuatan

Tidak berbentuk kapal biasa, terayacht itu akan berbentuk seperti penyu raksasa. Saking besarnya, akan dibutuhkan tempat khusus untuk membangunnya, tempat yang sekarang ini belum ada. Namun, para desainer telah memilih Arab Saudi sebagai lokasi.

Sekitar satu kilometer persegi laut perlu dikeruk dan bendungan melingkar dibangun sebelum pembangunan dapat dimulai. Para desainer telah mengalokasikan ruang di Pelabuhan King Abdullah, 81 mil sebelah utara Jeddah sebagai lokasi yang ideal.

Baca juga:

Gedung Sepanjang 170 Km akan Jadi Kota Masa Depan Arab Saudi

Desain Kota Terapung Raksasa Mengambil Bentuk Kura-Kura
Saking besarnya, akan dibutuhkan tempat khusus dengan mengeruk laut dan membuat bendungan untuk membangunnya. (Foto: Instagram/@lazzarinidesign)

Dibagi menjadi blok-blok seperti kota yang sebenarnya, Pangeos memiliki pelabuhan dan alun-alun utama, di mana bangunan lain berbentuk spiral. Area 'cangkang atas', yang dikelilingi oleh ruang taman, akan berfungsi sebagai tempat pendaratan pesawat.

Di bawah ruang hidup akan ada 30.000 'sel' yang akan menjaga struktur tetap bertahan. Ruang bawah tanah akan terbuat dari baja yang akan memiliki draft 30 meter, dan dapat berlayar dengan kecepatan lima knot. Konstruksi "sayap" akan menarik energi dari hambatan dan ombak yang pecah melawan kapal, atapnya akan memiliki panel surya untuk menyalakan kapal pesiar.

Alih-alih beroperasi di pelabuhan tertentu atau memiliki rencana perjalanan yang ditetapkan, kura-kura raksasa ini hanya akan berlayar berkeliling, menjadikan perjalanan sebagai tujuan. Lazzarini berharap konstruksi bisa dimulai pada 2033, dengan waktu pembangunan delapan tahun. (aru)

Baca juga:

Misteri Kapal Pesiar Termahal di Dunia

#Arsitektur #Hal Unik #Kapal Pesiar #Kapal Laut
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Indonesia
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026 ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Dunia
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Enam penumpang terakhir, yakni empat warga Australia, satu warga Inggris, dan satu warga Selandia Baru, serta beberapa awak kapal turun dari kapal.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Indonesia
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Memiliki panjang mencapai 180,2 meter, kapal induk ini membawa mesin penggerak bertenaga tinggi yang mampu menghasilkan kecepatan hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Indonesia
Prabowo Janjikan Bantuan 1.582 Unit Kapal Ikan Pada Nelayan
Tidak hanya kapal, pembangunan Desa/Kampung Nelayan juga terus dikejar pemerintah, dengan ditargetkan 1.386 desa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Prabowo Janjikan Bantuan 1.582 Unit Kapal Ikan Pada Nelayan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Dunia
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Sebelum kapal bertolak, tiga orang di dalam MV Hondius dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Dunia
MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Kapal pesiar berbendera Belanda ini sebelumnya tertahan tanpa bisa berlabuh di Tanjung Verde, tujuan akhir kapal ini.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
  MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Dunia
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah karena penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
 Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Indonesia
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Selain masalah finansial, perbedaan spesifikasi teknis atau interoperabilitas menjadi hambatan serius
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Bagikan