Tim SAR Gabungan Persiapkan 37 Penyelam Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Pencarian Terus Diperluas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 Juli 2025
Tim SAR Gabungan Persiapkan 37 Penyelam Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Pencarian Terus Diperluas

KMP Tunu Pratama Jaya/ ASDP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proses pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus berlangsung hingga pekan ini.

Bahkan, ada temuan kembali dari bagian dari KMP Tunu Pratama Jaya, yakni jaket pelampung yang terlihat mengapung di laut, Senin (8/7), yang diduga dipakai korban,,

Temuan ini bahkan lebih jauh lagi tepatnya berjarak 32 mil laut dari lokasi kejadian atau kurang lebih 51 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Lokasi penemuan pelampung ini di sekitar perairan Taman Nasional Alas Purwo, di koordinat 8° 40' 12.34" S 114° 35' 30.85" E," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto kepada wartawan dikutip Selasa (8/7).

Baca juga:

H+6 KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Komisi V DPR Desak Investigasi Menyeluruh

Eko Suyanto menjelaskan, di hari keenam pencarian memang kian diperluas hingga Pantai Muncar dan kawasan Alas Purwo, di ujung paling selatan Banyuwangi atau paling timur Pulau Jawa.

Sebanyak tiga Alat Utama SAR digunakan, yaitu helikopter HR 3606 BASARNAS, helikopter Bell 429 POLRI, dan pesawat Cesna 217 API Banyuwangi.

Pencarian hari keenam ini melibatkan banyak personel, termasuk gabungan dari beberapa instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Bahkan regu pencarian laut sudah mencari sekitar kawasan perairan Semenanjung Blambangan dengan luas daerah peraian yang disisir sejauh sekitar 25 mil laut.

Tim SAR gabungan mempersiapkan 37 penyelam untuk mencari bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dan korban kapal tenggelam di Selat Bali.

Tim penyelam rencananya akan diterjunkan dengan remotely operated vehicle (ROV) bawah air untuk mencari keberadaan KMP Tunu.

Kepala Dinas Penyelam dan Penyelamatan Koarmada II Surabaya Kolonel Laut Haran Al Ahsan mengatakan, tim penyelam dari TNI AL dan Basarnas telah bersiap dan meunggu waktu yang tepat untuk melakukan pencarian di bawah air.

“Apabila nanti terdeteksi kedalaman laut antara 40 hingga 50 meter, kami akan turunkan ROV dan alat ini akan kami turunkan dengan batasan-batasan, jika arus masih sangat kuat kami akan cari waktu yang tepat agar ROV bekerja maksimal,” kata Haran.

Data terkini tim SAR, korban meninggal yang ditemukan dalam kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali mencapai delapan orang per Senin (7/7). Sedangkan 27 orang dinyatakan masih hilang dan 30 korban selamat. (Knu)

#KMP Tunu Pratama Jaya #Kapal Tenggelam #Kapal Laut
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026 ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Ini Pilihan Nama Buat Kapal Induk Pertama Indonesia Bekas Italia
Indonesia
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Memiliki panjang mencapai 180,2 meter, kapal induk ini membawa mesin penggerak bertenaga tinggi yang mampu menghasilkan kecepatan hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Indonesia
Prabowo Janjikan Bantuan 1.582 Unit Kapal Ikan Pada Nelayan
Tidak hanya kapal, pembangunan Desa/Kampung Nelayan juga terus dikejar pemerintah, dengan ditargetkan 1.386 desa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Prabowo Janjikan Bantuan 1.582 Unit Kapal Ikan Pada Nelayan
Indonesia
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Selain masalah finansial, perbedaan spesifikasi teknis atau interoperabilitas menjadi hambatan serius
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Singapura menyerang kapal perang RI yang sedang patroli di Selat Malaka. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Indonesia
DPR Dorong Revitalisasi Pelabuhan Panarukan Situbondo, Bidik Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur
Komisi VI DPR meminta Pelabuhan Panarukan direvitalisasi. Hal itu demi mendongkrak ekonomi Jawa Timur.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
DPR Dorong Revitalisasi Pelabuhan Panarukan Situbondo, Bidik Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur
Indonesia
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Hibah Dari Italia Bakal Dimodifikasi PT PAL
Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci bagian apa saja yang akan dimodifikasi dari kapal induk tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Hibah Dari Italia Bakal Dimodifikasi PT PAL
Indonesia
Kiamat Energi di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terkunci Total Akibat Konflik Militer di Timur Tengah
Padahal, wilayah yang secara geografis berbatasan dengan Iran di utara serta Uni Emirat Arab dan Oman di selatan ini merupakan urat nadi pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dan minyak mentah dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 Maret 2026
Kiamat Energi di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terkunci Total Akibat Konflik Militer di Timur Tengah
Indonesia
100 Prajurit TNI AL Disiapkan Untuk Jadi Personil Kapal Induk Pertama Indonesia
Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
 100 Prajurit TNI AL Disiapkan Untuk Jadi Personil Kapal Induk Pertama Indonesia
Indonesia
Jepang Kasih Kapal Patroli Gratis Senilai Rp 200 Miliar Lebih, DPR Langsung 'Sayonara' Sama Penyelundup di Laut Indonesia
Persetujuan bulat pun menggema di ruang sidang, menandakan dukungan penuh legislatif terhadap modernisasi alat utama sistem senjata
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Jepang Kasih Kapal Patroli Gratis Senilai Rp 200 Miliar Lebih, DPR Langsung 'Sayonara' Sama Penyelundup di Laut Indonesia
Bagikan