MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat klaim palsu terhadap pencapaiannya dalam pidato terakhirnya sebelum turun dari jabatan orang nomor satu di negeri Paman Sam.
Klaim palsu terakhir Trump itu, dikutip CNN, Rabu (20/1), tentang keberhasilanya meraih konfirmasi dari 300 hakim. Padahal berdasarkan data Brookings Institution, dia mendapat 234 hakim yang dikonfirmasi ke Mahkamah Agung, pengadilan distrik dan pengadilan banding.
Baca Juga:
Tolak Hadiri Inaugurasi Biden, Trump dan Melania Tinggalkan Pesan Singkat di Gedung Putih
Trump juga mengklaim mencetak rekor jumlah konfirmasi yudisial. Faktanya rekor itu masih dipegang presiden AS ke-39 Jimmy Carter dengan 261 hakim atau 39 persen dari juri yang tersedia saat itu. Sementara era Trump hanya mencapai 27 persen.
Lagi-lagi, Trump mengklaim berhasil mencetak rekor suara terbanyak yang pernah didapat seorang presiden dalam sejarah AS. Dia bersikukuh tidak mau mengakui Biden mendapatkan 7 juta suara lebih banyak dari yang diperolehnya sebanyak 75 juta suara saat Pilpres 4 Desember 2020 lalu.
Pidato terakhir Trump disampaikan beberapa jam sebelum presiden dan wakil presiden terpilih AS, Joe Biden dan Kamala Harris dilantik. Inaugurasi pelantikan Biden dan Harris dilangsungkan di Gedung Capitol Washington, Rabu pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Upacara pelantikan digelar secara lebih sederhana dibandingkan pelantikan Presiden AS sebelumnya, tetapi dengan penjagaan ketat.
Sebaliknya, Trump bersama istri telah meninggalkan Gedung Putih sedikit lewat pukul 08.00 waktu setempat untuk terakhir kalinya dengan helikopter menuju Pangkalan Angkatan Udara Gabungan Andrews.
Trump memutus tradisi politik di AS selama lebih dari setengah abad dengan tidak menghadiri pelantikan Biden. Tradisi tersebut dipandang sebagai cara untuk menegaskan peralihan kekuasaan secara damai dari presiden lama kepada presiden baru. (*)
Baca Juga:
10.000 Garda Nasional Amankan Pelantikan Biden, Dilengkapi Senjata Api