Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Depan Ribuan Perangkat Desa, Tommy Soeharto Singgung Utang Negara Sebesar Rp5000 Triliun

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 01 Maret 2019
 Depan Ribuan Perangkat Desa, Tommy Soeharto Singgung Utang Negara Sebesar Rp5000 Triliun

Tommy Soeharto berbicara kepada awak media di Boyolali, Jawa Tengah (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto terpilih menjadi Ketua Dewan Pembina Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara periode 2020-2024.

Pengukuhan Tommy sebagai Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara berlangsung dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) di aula Embarkasi Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/3).

"Saya terima amanat ini dengan penuh tanggungjawab. Program kerja sudah disiapkan diantaranya fokus pada perbaikan di dua bidang, yakni bidang ekonomi dan sosial politik," ujar Tommy pada merahputih.com.

Tommy mengklaim sejak era reformasi yang sudah berjalan 19 tahun belum ada masyarakat di pedesaan yang merasakan adanya pembangunan secara riil. Di desa-desa justru harga-harga kebutuhan pokok semakin naik.

Tommy Soeharto terpilih menjadi ketua dewan pembina Parade Nusantara
Tommy Soeharto saat terpilih menjadi Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara (MP/Ismail)

"Pendapatan masyarakat tidak mengalami kenaikan. Sementara harga kebutuhan pokok terus naik. Ini problem serius di desa," kata dia.

Ketua Umum Partai Berkarya ini berjanji bakal memperbaiki keadaan bangsa dan negara ini. Tommy Soeharto juga menyinggung pemerintah soal besaran nilai utang negara yang sudah mencapai lebih dari Rp5.000 triliun.

"Utang tersebut sangatlah besar. Sampai saat ini tidak ada kepastian kapan utang-utang tersebut bisa dilunasi. Kita sangat prihatin dengan kondisi bangsa," kata dia.

Beban hutang yang sangat tinggi, lanjut dia, bisa membuat ekonomi bangasa ini tidak stabil dan mudah digoyang oleh faktor eksternal. Sebagian besar utang tersebut untuk pembangunan inftrastruktur.

"Utang tersebut bakal ditanggung oleh anak cucu kita semua. Saya tidak anti hutang, tapi hutang harus disesuaikan dengan kemampuan negara," kata dia.

Tommy Soeharto menambahkan Partai Berkarya siap bersinergi dengan Parade Nusantara dalam membangun desa. Koordinasi dengan perangkat desa juga diperlukan untuk mendorong desa menjadi mandiri.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, repoter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Terdakwa Kasus Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih Divonis Enam Tahun Penjara

#Tommy Soeharto #Utang Negara #Utang Luar Negeri #Kepala Desa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
87 Persen Utang Bersumber Pada Surat Utang, Pemerintah Didesak Lakukan Evaluasi
Penerbitan obligasi global masih bisa menjadi alternatif ketika permintaan terhadap surat berharga negara (SBN) di pasar melemah atau investor meminta tingkat imbal hasil yang lebih tinggi.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
87 Persen Utang Bersumber Pada Surat Utang, Pemerintah Didesak Lakukan Evaluasi
Indonesia
AIIB Kasih Utang Rp281 Triliun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Cuma Pinjaman Normal Bukan Jebakan Batmen
Komitmen pembiayaan jangka panjang ini sekaligus mematahkan keraguan publik global terhadap ketahanan ekonomi domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
AIIB Kasih Utang Rp281 Triliun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Cuma Pinjaman Normal Bukan Jebakan Batmen
Indonesia
AIIB Kepincut Kredibilitas Fiskal Indonesia, Langsung Kucurkan Dana Segar Rp 278 Triliun Tanpa Ragu
Kesepakatan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan pimpinan lembaga keuangan internasional tersebut terjadi di Beijing, Tiongkok, Rabu (17/6)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
AIIB Kepincut Kredibilitas Fiskal Indonesia, Langsung Kucurkan Dana Segar Rp 278 Triliun Tanpa Ragu
Indonesia
Kemenkeu Diversifikasi Pendanaan Lewat Obligasi Panda Bonds, Ini 4 Keuntungan Strategis Bagi Perekonomian Nasional
Proses administrasi kini memasuki babak krusial demi mengejar momentum pasar
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Kemenkeu Diversifikasi Pendanaan Lewat Obligasi Panda Bonds, Ini 4 Keuntungan Strategis Bagi Perekonomian Nasional
Indonesia
Pemerintah Tarik Utang Rp 386 Triliun Dalam 5 Bulan
Penerimaan pajak terserap senilai Rp 834,4 triliun atau tumbuh positif sebesar 22,1 persen (yoy)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Pemerintah Tarik Utang Rp 386 Triliun Dalam 5 Bulan
Indonesia
Pemerintah Bakal Mobilisasi Duit Rakyat Melalui Merah Putih Bond, Namun Tidak Wajib
Beredar kabar bahwa WNI yang memiliki Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dengan nilai aset di atas Rp 30 miliar diwajibkan membeli Merah Putih Bond,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Pemerintah Bakal Mobilisasi Duit Rakyat Melalui Merah Putih Bond, Namun Tidak Wajib
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.000, Menkeu Purbaya Jamin Utang Luar Negeri Masih Bisa Dibayar
Rupiah melemah hingga Rp18.000 per dolar AS. Menkeu Purbaya pastikan utang luar negeri tetap aman, sementara BI intensifkan intervensi pasar valas.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.000, Menkeu Purbaya Jamin Utang Luar Negeri Masih Bisa Dibayar
Indonesia
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD 437,9 Miliar, Rasio PDB Dekati Batas Maksimal 3 Persen
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD 437,9 Miliar, Rasio PDB Dekati Batas Maksimal 3 Persen
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD 437,9 Miliar, Rasio PDB Dekati Batas Maksimal 3 Persen
Indonesia
Outlook Kredit Indonesia Negatif, DPR Minta Pemerintah Perkuat Stabilitas Fiskal
Fitch Ratings merevisi outlook utang Indonesia menjadi negatif. DPR meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan ekonomi untuk mencegah pelarian modal dan lonjakan bunga utang negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Outlook Kredit Indonesia Negatif, DPR Minta Pemerintah Perkuat Stabilitas Fiskal
Indonesia
ADB Naikkan Pinjaman ke Indonesia Jadi Rp 45,49 Triliun di 2026
ADB akan terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target pembangunan nasional serta melanjutkan kemitraan yang telah terbangun sejak 1966
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Februari 2026
ADB Naikkan Pinjaman ke Indonesia Jadi Rp 45,49 Triliun di 2026
Bagikan