MerahPutih.com - Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia memberikan total komitmen pembiayaan senilai USD 2,55 miliar dolar AS atau setara Rp 42,96 triliun, (kurs Rp16.848/dolar) bagi berbagai program pembangunan di Indonesia sepanjang 2025.
Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov mengatakan pihaknya menyalurkannya bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah.
Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan; meningkatkan aktivitas perdagangan; mendorong produktivitas melalui program pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan; serta mempercepat transisi energi berkelanjutan.
"Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah, sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan (transfer) pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Baca juga:
Utang Pemerintah Rp 9.637,90 Triliun, Rasio Capai 40 Persen Terhadap PDB
ADB juga memberikan komitmen pembiayaan yang tidak dijamin pemerintah senilai USD 150 juta atau Rp 2,53 triliun bagi pengembangan sektor swasta.
Sementara pada tahun ini, ia mengungkapkan bahwa pipeline pendanaan ADB untuk Indonesia saat ini telah mencapai nilai indikatif USD 2,7 miliar dolar AS atau Rp 45,49 triliun.
Pembiayaan tersebut ditujukan untuk mempercepat pendalaman sektor keuangan serta reformasi kebijakan terkait tata kelola daerah, ketahanan air, transisi energi berkelanjutan, dan perlindungan terhadap kelestarian ekosistem laut.
ADB akan terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target pembangunan nasional serta melanjutkan kemitraan yang telah terbangun sejak 1966 di sektor infrastruktur, pertanian, dan pengembangan SDM.
Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri ADB dan pemegang saham terbesar ke-6 di bank pembangunan multilateral tersebut.
Kemitraan tersebut terus berkembang seiring waktu, mulai dari fokus terhadap pengembangan sektor pertanian pada era 1970-an, pembangunan infrastruktur transportasi dan energi pada 1980-an, hingga reformasi struktural selama 1990-an.
Sedangkan saat ini, ADB berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing SDM di Indonesia, sejalan dengan prioritas Asta Cita dan Strategi Kemitraan Negara ADB untuk Indonesia (ADB's Country Partnership Strategy for Indonesia) 2025–2029.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, ADB tidak hanya menawarkan bantuan pembiayaan, tapi juga keahlian praktis, dukungan kebijakan, dan solusi jangka panjang untuk membantu Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.
"Sejarah panjang kami di Indonesia mencerminkan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan komitmen bersama bagi kemajuan Indonesia," katanya.