Pemerintah Cari Utang Dari Panda Bond Senilai USD 1 Miliar, Bakal Ditambah Jika Pasar Merespon

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pemerintah Cari Utang Dari Panda Bond Senilai USD 1 Miliar, Bakal Ditambah Jika Pasar Merespon

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Kamis malam (18/6). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mengeluarkan atau menerbitkan surat utang "Panda Bonds" senilai 1 miliar dolar AS.

Kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya,

kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kepada ANTARA di Beijing, Kamis (18/6) malam.


Pemerintah Indonesia diketahui menyiapkan rencana penerbitan surat utang "Panda Bonds" di China demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Panda Bonds adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam mata uang yuan atau renminbi,sehingga dapat dijual langsung kepada investor di China daratan.

Baca juga:

Utang Pemerintah Rp 9.637,90 Triliun, Rasio Capai 40 Persen Terhadap PDB

Namun untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak 'underwriter'-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," tambah Purbaya.

Dengan dukungan dari PBOC tersebut, Purbaya pun optimistis bahwa "Panda Bonds" dapat diterbitkan pada tahun ini.

Ini minggu depan sudah mulai 'book building' harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin. Book building

yang dimaksud adalah masa penawaran awal dimana perusahaan dan penjamin emisi (underwriter) mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Kemudian bisa dilihat berapa sih (minat terhadap Panda Bonds), dan kami memang ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan, sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja," tambah Purbaya.

Terlebih, ungkap Purbaya, Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung 'bilateral swap agreement' tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap rupiah juga nantinya,

jelas Purbaya.

Sedangkan dalam pembicaraan dengan Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo’an, Purbaya mengatakan juga melakukan diskusi yang menarik.

Pada dasarnya, Kementerian Keuangan China menguasai banyak BUMN termasuk calon investor-investor yang kami datangi, jadi restu dari Kementerian Keuangan China amat menentukan pada keberhasilan 'bond issue' (penerbitan obligasi) kita dan Kementerian Keuangan China amat mendukung rencana kami untuk menerbitkan 'bond' di China,

tambah Purbaya.

Dengan menggunakan mata uang yuan atau renminbi, "Panda Bonds" diketahui memberi akses bagi negara atau perusahaan asing untuk memperoleh pendanaan dari pasar keuangan China yang dinilai memiliki likuiditas besar dan basis investor yang luas.

Dana hasil penerbitan "Panda Bonds" dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan anggaran, proyek infrastruktur, investasi, atau kebutuhan korporasi lain.

Panda Bonds

dianggap punya sejumlah keuntungan strategis, karena pertama, membuka akses ke sumber pembiayaan baru di luar pasar obligasi berbasis dolar AS atau euro.

Kedua, biaya pendanaan berpotensi lebih efisien jika tingkat suku bunga di pasar China lebih kompetitif dibandingkan pasar obligasi global berbasis dolar AS dan penerbit pun memperoleh dana dengan biaya pinjaman yang lebih rendah dan struktur pendanaan yang lebih optimal.

Ketiga, "Panda Bonds" juga mengurasi risiko dalam pengelolaan nilai tukar, karena jika suatu negara memiliki kebutuhan pembiayaan atau perdagangan terkait dengan China, penggunaan yuan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menekan risiko fluktuasi kurs dan akhirnya dapat mendukung diversifikasi cadangan devisa serta memperkuat hubungan ekonomi serta keuangan dengan China.

Keempat, bagi investor domestik China, "Panda Bonds" memberi pilihan instrumen investasi yang lebih beragam mengingat investor dapat memperoleh eksposur terhadap penerbit internasional tanpa harus keluar dari pasar keuangan domestik.

Popularitas "Panda Bonds" meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring upaya internasionalisasi yuan oleh pemerintah China.

Sejumlah negara dan perusahaan global mulai menggunakan instrumen ini untuk mengakses salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.

Purbaya pertemuan dengan Menkeu Purbaya dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an maupun pihak dari bank sentral China China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) maupun investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026. (*)

#Utang Pemerintah #Utang #Purbaya Yudhi Sadewa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
DJKN memiliki Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang bertanggung jawab atas penagihan seluruh kewajiban yang masih terutang kepada negara.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Utang BLBI Pemerintah ke BI Lunas, Obligor Masih Bakal Ditagih
Indonesia
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Suaminya masih sering tertawa terkadang melamun dan masih menyimpan kekecewaan serta kesedihan
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Indonesia
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Pinjaman itu, difokuskan untuk mendukung Indonesia memodernisasi pengelolaan fiskal daerah, memajukan tata kelola secara digital, dan meningkatkan penyampaian layanan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
ADB Kasih Pinjaman Rp 11,5 Triliun Buat Kuatkan Fiskal Pemerintah
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Indonesia
Lempar Urusan PR Whoosh ke Menkeu Baru, Purbaya: Alhamdulillah Selamat Gue!
Eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur tak lagi mengurus pengalihan saham KCIC Whoosh ke Kemenkeu pasca-sertijab. Simak kelakar dan detailnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Lempar Urusan PR Whoosh ke Menkeu Baru, Purbaya: Alhamdulillah Selamat Gue!
Indonesia
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Memang ada-ada saja pernyataan yang disampaikan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bikin masyarakat geleng-geleng kepala sambil tertawa.
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Habis Kena PHK, Eks Menkeu Purbaya Mau Mancing Sambil Melamun Kenapa Dipecat
Indonesia
Cuma 57 Kata, Ini yang Disampaikan Purbaya saat Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil
Purbaya Yudhi Sadewa hanya menyampaikan sambutan singkat saat serah terima Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di Kemenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Cuma 57 Kata, Ini yang Disampaikan Purbaya saat Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil
ShowBiz
Purbaya Yudhi Sadewa Unggah Foto di TikTok, Pakai Lagu 'Wasap Mamen' DJiamputh & Andi Mbendol
Purbaya Yudhi Sadewa kembali menarik perhatian lewat unggahan TikTok. Ia membagikan foto dengan lagu 'Wasap Mamen' dengan caption “Udah siap belum?”
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Purbaya Yudhi Sadewa Unggah Foto di TikTok, Pakai Lagu 'Wasap Mamen' DJiamputh & Andi Mbendol
Berita Foto
Momen Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Purbaya kepada Suahasil Nazara
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (berjabat tangan dengan Purbaya Yudhi Sadewa dalam (sertijab) Menteri Keuangan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 15 September 2026
Momen Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Purbaya kepada Suahasil Nazara
Bagikan