Densus 88 Ungkap Rencana Teror Tiga Pelaku yang Ditangkap di Kalimantan Tengah

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 24 Desember 2021
Densus 88 Ungkap Rencana Teror Tiga Pelaku yang Ditangkap di Kalimantan Tengah

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (22/12). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah meringkus tiga terduga teroris dari Kalimantan Tengah (Kalteng) berinisial AZE, RT dan MS pada Selasa (21/12).

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menerangkan, anggota kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah.

Baca Juga

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo, Amankan Senapan Angin

Dari hasil penyelidikan diketahui ketiga terduga teroris berencana untuk melakukan sejumlah aksi teror di Tanah Air.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku teror sedang merencanakan pembelian senjata dengan persiapan idad atau pelatihan fisik militer dan menembak," kata Ramadhan kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (23/12).

Densus juga menemukan perencanaan yang dilakukan kelompok ini dalam melakukan aksi teror Tanah Air. Ketiga terduga teroris tersebut ditangkap dari hasil pengembangan tersangka berinisial N alias R yang telah diringkus lebih dulu.

Dokumentasi penangkapan terduga teroris dan sejumlah barang bukti yang disita Densus 88 dibantu personel Polda Kalteng. ANTARA/HO-Polda Kalimantan Tengah
Dokumentasi penangkapan terduga teroris dan sejumlah barang bukti yang disita Densus 88 dibantu personel Polda Kalteng. ANTARA/HO-Polda Kalimantan Tengah

Tersangka N alias R ini terhubung dengan daftar pencarian orang (DPO) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso. N alias R belajar materi tentang bahan peledak secara otodidak.

"Selain itu, N alias R merupakan jaringan JAD, yang berperan aktif sebagai perekrut anggota baru dalam jaringan teroris JAD," jelasnya.

Baca Juga

Beragam Modus Penghimpunan Dana Teroris Enam Tahun Terakhir

Hasil penyelidikan sementara diketahui, terduga teroris AZE berperan melakukan latihan bersama dengan MS. AZE juga membuat dan menjadi admin dalam WhatsApp Group (WAG). Mereka mempunyai dua WAG sebagai wadah saling bertukar informasi.

Kemudian, terduga teroris RT ditangkap di sebuah toko oleh-oleh daerah Mentawa Hulu Ketapang, Kabupaten Waringin Timur, Kalteng pada hari yang sama.

RT tergabung dengan kelompok teroris jaringan JAD dan berperan sebagai admin salah satu media sosial

"Grup ini sarana memberikan informasi," terang Ramadhan.

Sementara, terduga teroris MS yang ditangkap di Hotel Hawai, Kota Palangka Raya ini tergabung dengan JAD dan anggota grup WhatsApp tersebut.

MS berperan sebagai pendorong untuk melakukan pembelian senjata dan MS menyatakan siap menjadi eksekutor dalam melakukan kegiatan teror.

"MS juga bersama-sama melakukan pelatihan atau idad dengan AZE," pungkas Ramadhan. (Knu)

Baca Juga

Jaksa Anggap Pembelaan Munarman Soal Perkara Terorisme Tak Berdasar

#Teroris #Ancaman Teroris #Densus 88
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Densus 88 mengungkapkan, sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan ekstrem.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Indonesia
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Ada komunitas digital yang berkembang secara masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya pada anak-anak.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Indonesia
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Jumlah penangkapan tersangka terorisme tahun ini lebih rendah jika dibandingkan dengan 2023, yakni sebanyak 147 orang dan pada 2024 sebesar 55 orang.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
AS juga menuding para pemimpin Ikhwanul Muslimin telah lama memberikan dukungan material kepada Hamas.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Para tersangka itu merekrut anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, gim online, aplikasi pesan hingga situs tertutup.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Berita Foto
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
Konferensi pers penanganan rekrutmen secara online terhadap anak-anak oleh kelompok teroris di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 18 November 2025
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
Indonesia
110 Anak Diduga Direkrut Teroris, Gunakan Video Pendek, Animasi, Meme, dan Musik Propaganda
Anak itu direkrut melalui modus penyebaran, propaganda dilakukan secara bertahap lewat media sosial hingga game online.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 November 2025
110 Anak Diduga Direkrut Teroris, Gunakan Video Pendek, Animasi, Meme, dan Musik Propaganda
Bagikan