Demokrat-Republik Bersaing Ketat di Pemilu Sela Amerika Serikat
Tangkap layar hasil pemilu sela Amerika Serikat. (Foto: Google)
MerahPutih.com - Partai Demokrat dan Partai Republik bersaing ketat dalam pemilu sela atau paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
Hasil pemilu paruh waktu masih mengalir, tetapi Partai Republik untuk sementara unggul tipis dari Partai Demokrat dalam perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Rabu waktu setempat. Sedangkan untuk Senat, perolehan kursi kedua kubu masih seimbang.
Baca Juga:
Presiden AS Joe Biden mengakui ketatnya persaingan antara Partai Demokrat dengan Republik. Pada Rabu, (9/11), dia mengatakan siap bekerja sama dengan Partai Republik.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Biden berbicara melalui telepon dengan pemimpin DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy. Pada hari sebelumnya, McCarthy mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPR jika Partai Republik mendapatkan suara mayoritas.
"Rakyat Amerika telah menjelaskan, saya pikir, bahwa mereka mengharapkan Partai Republik siap bekerja dengan saya juga," kata Biden pada konferensi pers Gedung Putih.
Baca Juga:
Joe Biden Sebut Pandemi COVID-19 di Amerika Serikat Berakhir
Jika McCarthy adalah ketua DPR berikutnya, dia mungkin merasa sulit untuk menyatukan kaukusnya yang terpecah-pecah. Sayap kanan hanya memiliki sedikit minat untuk berkompromi.
Partai Republik diperkirakan akan menuntut pemotongan pengeluaran dengan imbalan menaikkan batas pinjaman negara tahun depan. Permintaan ini merupakan sebuah pertikaian yang dapat menakuti pasar.
Partai yang berkuasa secara historis sering kali kalah dalam pemilihan paruh waktu pertama presiden. Tetapi Demokrat mampu menghindari kekalahan besar yang telah diantisipasi oleh Partai Republik. (*)
Baca Juga:
Produksi Minyak Dikurangi, Amerika Serikat Sebut OPEC Plus Picik
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS