Pilpres 2019

Demokrat Main Dua Kaki, Pengamat: Preseden Buruk Bagi Demokrasi

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 September 2018
Demokrat Main Dua Kaki, Pengamat: Preseden Buruk Bagi Demokrasi

Logo Partai Demokrat (Foto: demokratdki.or.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah Partai Demokrat memberikan dispensasi khusus kepada beberapa kadernya di daerah yang mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 menjadi preseden buruk bagi demokrasi.

Sejatinya, kata Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini, kebijakan yang telah diambil DPP Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus diikuti oleh segenap kader baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Kebijakan partai apapun itu harus sama dan solid ketika sudah mendukung. Jadi ini nanti preseden tidak baik bagi demokrasi," kata Ujang kepada merahputih.com, Senin (10/9).

Menurut Ujang, secara institusi partai berlambang Mercy itu memiliki hak untuk mendukung Prabowo atau Jokowi di Pilpres 2019. Namun, di sisi lain, para kader di daerah pun memiliki hak yang sama dalam menentukan arah dukungannya.

Pengamat Politik Ujang Komarudin
Pengamat Poltik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

"Tapi persoalannya, jika politik terus begini akan jadi presiden tak baik dan akan ditiru partai lain," imbuh dia.

Untuk itu, Ujang menyarankan Demokrat mengambil sikap tegas seperti Partai Golkar. Pada Pilpres 2014 lalu, partai berlambang pohon beringin itu berani memecat kadernya karena membelot mendukung Jokowi-JK.

"Lebih baik (Demokrat) bersikap seperti Golkar. Jadi bertarung, memperjuangkan harga diri partai. Karena itulah pembelajaran terbaik bagi parpol dan bagi demokrasi," tegas Ujang Komarudin.

Sebagaimana diketahui, secara institusi Golkar mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. Namun, ada beberapa kader yang terang-terangan mendukung Jokowi-JK yang akhirnya dipecat.

"Jadi golkar sudah lolos dari ujian tersebut. Nah sekarang Demokrat bingung dan dilema menghadapi itu," pungkas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Partai Demokrat
AHY berpidato dalam sebuah acara Partai Demokrat (Foto: demokratdki.or.id)

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membebaskan beberapa kadernya di daerah, untuk dukung Jokowi-Ma’ruf di persaingan Pilpres 2019. Sikap politik itu tentu berseberangan dengan keputusan Partai Demokrat yang mengusung Prabowo-Sandiaga untuk Pilpres 2019.

Keputusan tersebut diambil oleh SBY dan disepakati oleh Ketua Majelis Tinggi Demokrat Amir Syamsudin. Rapat itu digelar di sela perayaan hari lahir Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke-69 sekaligus hari jadi Partai Demokrat ke-17 di Kediaman SBY.

Ketua DPP Bidang Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengistilahkan sikap politik tersebut sebagai bentuk “dispensasi khusus”. Ada empat DPD Demokrat yang diberi dispensasi khusus mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Menurut Ferdinand, dispensasi diberikan dengan mempertimbangkan efek elektoral. Pemberian dispensasi khsusus itu untuk memudahkan langkah para caleg di daerah, meraup suara untuk Demokrat.

"Karena kami juga sebagai partai tidak ingin partai kami ini jeblok di sana, karena memang kami lihat opini dan animo masyarakat di sana untuk mendukung Pak Jokowi tinggi," ucap Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Jakarta Selatan, Minggu (9/9) kemarin.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dampak Sanksi Iran dan Pengeboran AS, Harga Minyak Mentah Dunia Naik

#Partai Demokrat #Pilpres 2019 #Pengamat Politik #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memasang tanda pangkat kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Istana belum bahas putusan MK soal ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diungkapkan Wamensesneg, Bambang Eko Suhariyanto.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Indonesia
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meluncurkan 11 proyek hilirisasi di IWIP Maluku Utara. Nantinya, ada ekspor perdana baterai EV.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Bagikan