Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Dampak Sanksi Iran dan Pengeboran AS, Harga Minyak Mentah Dunia Naik

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 September 2018
Dampak Sanksi Iran dan Pengeboran AS, Harga Minyak Mentah Dunia Naik

ilustrasi Eksplorasi Minyak (Foto capture txprobatelitigation.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (10/9). Kenaikan harga minyak mentah dunia tersebut dipicu pengeboran AS untuk produksi baru menurun dan sanksi Washington terhadap Iran yang menyebabkan ekspor minyak mentah berkurang.

Pasar melihat kondisi tersebut sebagai pemicu meski sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran baru aktif berlaku November.

Sebagaimana dilansir Reuters, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), berada di 67,96 dolar AS per barel pada pukul 01.50 GMT, naik 21 sen AS atau 0,3 persen, dari penutupan terakhirnya.

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent naik 30 sen AS atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di 77,13 dolar AS per barel.

Perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi dua rig pengeboran minyak pekan lalu, sehingga total menjadi 860 rig, perusahaan jasa energi Baker Hughes.

Jumlah rig AS mengalami stagnasi sejak Mei, setelah mengalami pemulihan sejak 2016, mengikuti kemerosotan tajam tahun sebelumnya di tengah jatuhnya harga minyak mentah.

Pengeboran minyak lepas pantai
Kilang minyak leps pantai (Foto capture energypress.eu)

Di luar Amerika Serikat, sanksi-sanksi baru AS terhadap ekspor minyak mentah Iran mulai November membantu mendorong harga.

Konsultan energi FGE mengatakan, beberapa pelanggan utama Iran seperti India, Jepang dan Korea Selatan sudah mengurangi kembali minyak mentah Iran.

"Pemerintah bisa bicara keras. Mereka dapat mengatakan bahwa mereka akan membela Trump dan/atau mendorong untuk keringanan-keringanan (sanksi). Tetapi umumnya perusahaan yang kami ajak bicara ... mengatakan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko," kata FGE.

"Hukuman finansial dan hilangnya jaminan pengiriman membuat semua orang takut," katanya dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Dengan aktivitas rig AS yang menurun dan sanksi-sanksi terhadap Iran semakin dekat, prospek pasar minyak semakin ketat.

"Investor sebagian besar telah berubah positif lagi ... kemungkinan menyambut kembalinya 'backwardation' (pembelian kontrak berjangka dengan harga lebih rendah dari biaya kontrak dengan penyerahan aset)," kata Edward Bell, analis komoditas di bank Emirat NBD.

Kilang Minyak
Kilang minyak. Foto: shutterstock

"Backwardation" menggambarkan pasar di mana harga untuk pengiriman segera lebih tinggi daripada harga untuk pengiriman kemudian. Hal ini dianggap sebagai tanda kondisi yang ketat memberikan insentif kepada pedagang untuk segera menjual minyak daripada menyimpannya.

"Backwardation" Brent antara Oktober tahun ini dan pertengahan 2019 saat ini sekitar 2,20 dolar AS per barel.

Sementara Washington memberikan tekanan pada negara-negara lain untuk menyesuaikan juga memotong impor dari Iran, pihaknya juga mendesak produsen utama lainnya untuk menaikkan produksi mereka agar tidak menciptakan lonjakan harga yang terlalu kuat.

Menteri Energi AS Rick Perry akan bertemu rekan-rekannya dari Arab Saudi dan Rusia masing-masing pada Senin dan Kamis (13/9), ketika pemerintahan Trump meminta eksportir dan produsen terbesar dunia untuk mempertahankan kenaikan produksi mereka.

Satu pertanyaan penting ke depan adalah bagaimana permintaan meningkat di tengah-tengah sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China, serta pelemahan di pasar negara-negara berkembang.

Konsultan FGE memperingatkan bahwa "perang dagang, dan terutama kenaikan suku bunga, dapat menimbulkan masalah bagi pasar negara-negara berkembang yang mendorong pertumbuhan permintaan minyak turun." Meskipun demikian, FGE mengatakan kemungkinan penurunan harga minyak secara signifikan relatif rendah karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mempertahankan produksi mereka untuk mencegah harga-harga jatuh.

"Kami melihat 65 dolar AS per barel sebagai pemicu untuk pemotongan (produksi)," kata FGE.(*)Bac

a berita menarik lainnya dalam artikel: Passang Rinpoche: Latihan Ajaran Buddha Dharma Harus Dari Hati

#Minyak Mentah #Lonjakan Harga #Harga BBM #Donald Trump #Ekspor Migas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Penampilan pemain berusia 26 tahun mengenakan topi bertuliskan empat kata tersebut memicu dua penafsiran berbeda
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Iran akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Dunia
Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Masa jabatan kedua Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Olahraga
Heboh! Spanyol Hapus Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
Spanyol diduga menghapus foto Presiden AS, Donald Trump, saat mereka merayakan juara Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Heboh! Spanyol Hapus Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
Indonesia
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Selain membahas harga BBM, Bahlil melaporkan hasil kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dari sejumlah negara kepada Presiden Prabowo Subianto
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Indonesia
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Bahlil mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Olahraga
Donald Trump, Mark Carney, dan Claudia Sheinbaum Hadiri Final Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol Vs Argentina
Kehadiran ketiga kepala negara menjadi momen bersejarah mengingat Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk pertama kali menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Donald Trump, Mark Carney, dan Claudia Sheinbaum Hadiri Final Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol Vs Argentina
Olahraga
Donald Trump Siap Kuasai Panggung Final Piala Dunia 2026 Bersama Gianni Infantino
Langkah keterlibatan Donald Trump dalam turnamen akbar ini sempat memicu kegaduhan publik serta badai politik menjelang babak gugur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
Donald Trump Siap Kuasai Panggung Final Piala Dunia 2026 Bersama Gianni Infantino
Indonesia
Sudah 3 Kali Sudirman Said Diperiksa Kejagung Soal Petral, Ini Statusnya
Kapasitasnya selaku Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain PT Pertamina (Persero) pada 2008–2009 dan Menteri ESDM periode 2014–2016.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Sudah 3 Kali Sudirman Said Diperiksa Kejagung Soal Petral, Ini Statusnya
Bagikan