NATO Hentikan Pasokan Info Intelijen ke AS Imbas Trump Ngotot Ambil Kendali Greenland

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
NATO Hentikan Pasokan Info Intelijen ke AS Imbas Trump Ngotot Ambil Kendali Greenland

Markas NATO di Brussels, Belgia. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau Greenland, yang merupakan bagian otonom dari Denmark, harus dikendalikan oleh AS dengan alasan ancaman China dan Rusia.

Sementara Otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak merebut pulau tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka mengharapkan integritas teritorial mereka dihormati
.

Aksi balasan diberikan para sekutu NATO Eropa dengan menahan informasi intelijen dari Washington di tengah isu pencaplokan Greenland oleh Presiden AS Donald Trump.

Para pejabat intelijen Eropa "tidak berbicara secara terbuka" dengan AS karena kekhawatiran bahwa informasi tersebut akan sampai ke Trump dan dapat digunakan dalam upaya untuk merebut pulau itu secara paksa, kata seorang sumber intelijen senior NATO kepada surat kabar tersebut dengan syarat anonim.

Baca juga:

Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland

"Dulu kami biasa minum bir bersama, tetapi sekarang rasanya sangat aneh. Saya pernah bertempur di Irak dan Afghanistan bersama tentara Amerika. Situasi ini sangat mengganggu dengan cara yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya karena sangat tidak masuk akal dan mengejutkan," kata sumber dilansir surat kabar The i Paper pada Senin (20/1).

Sebuah sumber intelijen Inggris melaporkan memburuknya hubungan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya." Inggris telah kehilangan statusnya sebagai mitra utama AS dalam berbagi intelijen dan sekarang dipandang oleh Washington hanya sebagai "bagian dari Eropa," kata sumber tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China meminta agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhenti untuk menjadikan China sebagai alasan untuk mengakusisi Greenland.

"Kami mendesak AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut 'ancaman China' sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

"China telah menyatakan posisinya pada beberapa kesempatan mengenai Greenland. Hukum internasional yang didasari oleh tujuan dan prinsip Piagam PBB adalah fondasi tatanan internasional saat ini dan harus ditegakkan," tambah Guo Jiakun.

#Greenland #Nato #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Sebanyak 12,5 triliun ton es kutub mencair sejak 1970-an akibat pemanasan global. Simak data satelit terbaru dan dampak mengerikan kenaikan permukaan laut di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Bagikan