Demi Eksistensi di Medsos, Sekelompok Geng Motor Tawuran hingga Lakukan Penganiyaan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 09 November 2021
Demi Eksistensi di Medsos, Sekelompok Geng Motor Tawuran hingga Lakukan Penganiyaan

Ilustrasi. (Antara/Ist/foto google.com/)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi menangkap pelaku penganiyaan terhadap Yanwar Ernawan alias Ian (25) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pelakunya merupakan anggota geng motor yang tengah mencari eksistensi di media sosial (medsos).

Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom menuturkan, ketiga pelaku itu berinisial AS (19), FA (16) dan MR (23) yang diamankan di kawasan Juanda.

Baca Juga:

Kelompok Remaja Ini Tawuran Demi 'Cuan'

"Mereka sengaja melakukan aksi tawuran sambil live sosial media karena ingin pertontonkan kekerasan dan mencari eksistensi untuk kelompoknya," kata pria yang akrab disapa Alan ini kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/11).

Alan menjelaskan, pelaku yang juga seorang pedagang ini ternyata pernah terlibat tawuran di Jalan Fajar Raya, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Tawuran itu terjadi antara pemuda Jalan Fajar Raya kelompok Ian dengan pemuda Jalan Diminos Juanda pada Selasa (2/11) lalu.

Kedua kelompok ini sudah janjian tawuran melalui sosial media Instagram.

"Mereka salin tantang di sosial media, akhirnya pada Selasa 2 November lalu, pukul 02.30 WIB terjadi tawuran," ucap dia.

Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom. (Foto: MP/Kanugrahan)
Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom. (Foto: MP/Kanugrahan)


Saat peristiwa tawuran itu terjadi, korban Ian ini juga membawa senjata tajam berupa plat besi berwarna hitam yang dibentuk menyerupai celurit.

Korban maju paling depan untuk berduel dengan kelompok lawan dan nahasnya justru malah terkena bacokan.

"Korban terjatuh dan terjadi pengeroyokan hingga mengakibatkan luka bacokan pada punggung korban," ujar Alan.

Kini, tambah Maulana, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut guna menangkap pelaku lain yang terlibat tawuran.

Baca Juga:

Dua Pelaku Tawuran Berujung Kematian di Menteng Ditangkap

Sekadar informasi, peristiwa sadis ini terjadi pada Rabu (3/11) sekira pukul 02.30 WIB.

Alan menjelaskan, para pelaku penyerangan sebelumnya mempromosikan aksi penyerangan itu di sosial media.

Para geng sepeda motor ini sengaja live IG mencari anak-anak muda yang berani melakukan aksi kekerasan. (Knu)

Baca Juga:

Wagub Jabar Ancam Pelaku Tawuran Tidak akan Diberi Bantuan

#Tawuran #Tawuran Pemuda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Indonesia
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Indonesia
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
MI Raudlotul Athfal Karisma di Menteng terapkan PJJ pasca bentrokan Jalan Tambak. Camat Menteng pastikan keamanan dipantau, warga diminta tidak terprovokasi. Satu korban tewas, satu kritis di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Indonesia
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
DPRD DKI Jakarta soroti bentrok berdarah di Matraman. Anggota Komisi A PSI Kevin Wu minta Pemprov perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM untuk cegah konflik sosial.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Indonesia
Kembali Minta Tawuran di Jakarta Dihentikan, Pramono: Energi Anak Muda Harus Dialihkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meminta aksi tawuran di Jakarta dihentikan. Pemprov DKI menyiapkan fasilitas publik untuk kegiatan positif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Kembali Minta Tawuran di Jakarta Dihentikan, Pramono: Energi Anak Muda Harus Dialihkan
Bagikan