Darurat Kekeringan, Warga NTT: Sumber Air Makin Jauh

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 10 September 2017
Darurat Kekeringan, Warga NTT: Sumber Air Makin Jauh

Warga desa Tanah Mbanas Selatan saat menimba air dari cela-cela bebatuan (Foto: MP/Naldy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dampak kemarau panjang sebagian warga di desa Tanah Mbanas Selatan Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah Provinsi NTT mulai mengalami air bersih.

Mereka pun terpaksa menyusuri gunung dan hutan untuk mencari sumber air bersih.

Sejumlah mata air di wilayah setempat pun kering, akibatnya warga setempat harus menyusuri gunung dan lembah yang terjal sekitar empat kilometer jaraknya untuk mencari air bersih.

Di lokasi bebatuan ada mata air kecil, warga desa setempat saban hari berbondong-bondong‎ membawa jerigen untuk menimba air.

Pekan lalu merahputih.com menemui beberapa warga desa Tanah Mbanas Selatan, Sumba Tengah mereka pun mengeluhkan kondisi keseharian mereka yang harus menempuh jarak empat kilometer hanya untuk mencari air bersih.

Nasriah Kudanga (15) mengaku setiap harinya dia datang menimba air bersama rekan-rekannya. Dia datang selalu membawa empat jerigen lima liter‎. Air yang dibawanya itu digunakan untuk masak dan minum serta keperluan lainnya.

"Setiap hari saya bersama teman-teman datang timba air disini‎, karena di desa kami saat ini semua sumur dan mata air kering, hanya mata air disini saja yang masih ada airnya, itu pun kecil sekali jadi kami harus menimbanya pakai gayung dan perlahan, kalau tidak hati-hati menimba maka airnya akan kotor,"ungkapnya.

Dia pun mengaku perjalanan yang ditempuh untuk mencapai mata air itu sekitar empat kilometer sehinga ketika pulang dan membawa air, dia harus‎ berulangkali berhenti dibawah pohon untuk melepas lelah baru melanjutkan perjalanannya.

Senada diungkapkan‎ Nggay Hamba Pulu (39) bahwa kondisi yang terjadi saat ini sudah berulang tahun dan biasanya puncak kekeringan akan terjadi di bulan Oktober. Mereka pun harus rela berjalan kaki empat kilometer hanya untuk mendapat sedikit air untuk kebutuhan dasar mereka.

Dia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi agar kondisi tersebut tidak terus terjadi hingga anak-anak mereka. Biar mereka orang tua sendiri yang merasakannya.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Naldy, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik dari Flobamora dalam artikel: Puluhan Pengusaha Tiongkok Serbu NTT

#Bencana Kekeringan #Musim Kemarau #Nusa Tenggara Timur (NTT)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Pemerintah sudah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Indonesia
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya 14 dari 35 kabupaten/kota masuk kategori rawan kekeringan.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Bagikan