Daging Ayam Kultur Mendapatkan Izin Konsumsi di AS
Produk-produk ini bukan vegan, vegetarian atau nabati – semua adalah daging asli, dibuat tanpa ada hewannya. (Foto: Twitter/@upsidefoods)
LEMBAGA pengawas obat dan makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA), untuk pertama kalinya telah memberikan izin keamanan untuk mengonsumsi daging ayam kultur yang diproduksi di laboratorium.
Upside Foods, sebuah perusahaan yang berbasis di California yang membuat daging dari kultur sel ayam di laboratorium, akan dapat mulai menjual produknya setelah fasilitasnya diperiksa oleh Department of Agriculture AS.
Pemerintah setempat mengatakan, telah mengevaluasi informasi yang disampaikan oleh Upside Foods dan saat ini tidak ada pertanyaan lebih lanjut tentang kesimpulan keamanan perusahaan.
“Kemajuan dalam teknologi kultur sel memungkinkan pengembang makanan menggunakan sel hewan yang diperoleh dari ternak, unggas, dan makanan laut dalam produksi makanan, dengan produk ini diharapkan siap untuk pasar AS dalam waktu dekat,” kata komisaris makanan dan obat-obatan FDA Dr. Robert M. Califf dan direktur Pusat Keamanan Pangan dan Nutrisi Terapan FDA (CFSAN) Susan T. Mayne dalam sebuah pernyataan.
“Tujuan FDA adalah untuk mendukung inovasi dalam teknologi makanan sambil selalu menjaga keamanan makanan yang tersedia untuk konsumen AS sebagai prioritas utama kami,” tambah pernyataan yang diberitakan CNN, Kamis (17/11).
Baca juga:
Pendiri dan CEO Upside Foods Uma Valeti mengatakan di Twitter bahwa ayam kulturnya selangkah lebih dekat untuk dapat terhidang di meja makan di mana-mana. "UPSIDE telah menerima 'No Questions Letter' kami dari FDA. Mereka menerima kesimpulan kami bahwa ayam kultur kami aman untuk dimakan," cicit Valeti.
Dia mengatakan kepada CNN pada awal 2022, bahwa proses pembuatan daging yang dikultivasi. "Mirip dengan pembuatan bir, tetapi alih-alih menumbuhkan ragi atau mikroba, kami menumbuhkan sel hewan," ujar Valeti. "Produk-produk ini bukan vegan, vegetarian atau nabati. Semua adalah daging asli, dibuat tanpa ada hewannya," tegasnya.
Singapura adalah negara pertama yang mengizinkan penjualan daging kultur. Negara itu memberikan persetujuan regulasi Eat Just Inc. yang baru dimulai di San Francisco pada tahun 2020 untuk menjual ayam yang diproduksi di laboratorium Singapura.
Baca juga:
Para advokat berharap daging kultur akan mengurangi kebutuhan untuk menyembelih hewan untuk makanan dan membantu mengatasi krisis iklim. Sistem pangan bertanggung jawab atas sekitar seperempat emisi gas rumah kaca global, yang sebagian besar berasal dari peternakan hewan.
“Kami sangat senang dengan pengumuman bersejarah FDA bahwa, setelah evaluasi yang ketat, UPSIDE Foods telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang menerima lampu hijau FDA AS untuk ayam kultur,” kata David Kay, direktur komunikasi di Upside Foods, melalui email.
“Pada skala besar, daging kultur diproyeksikan menggunakan lebih sedikit air dan tanah daripada daging yang diproduksi secara konvensional,” jelas Kay.
Meski secara teknis bukan persetujuan, FDA mengatakan bahwa proses konsultasi pra-pasar yang menyeluruh telah selesai. Izin hanya berlaku untuk makanan yang dibuat dari sel ayam yang dibudidayakan oleh Upside Foods.
Namun, pernyataan itu juga mengatakan FDA siap untuk bekerja sama dengan perusahaan tambahan yang mengembangkan makanan sel hewan yang dikultivasi. (aru)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Dinkes Solo Lakukan Inspeksi Jelang Nataru, Temukan Makanan Kedaluwarsa di Pasar
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Viral Bakso Remaja Gading Solo Non-Halal, Begini Respons Pemilik Warung