Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2020
Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama

Penelitian: cuti lama dapat memperpanjang umur (Foto: Pixabay/stokpic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

11-12 dengan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, yang belakangan banyak diberlakukan berbagai bidang usaha. Saat cuti dari kantor, seharusnya tidak ada tuntutan pekerjaan. Setidaknya kedua hal tersebut enggak mengharuskan kita untuk datang ke kantor. Artinya, banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk melakukan kegiatan lain.

Baca juga:

Tingkatkan Sistem Imun Tubuh dengan Atur Pola Makan

Luangkan waktumu untuk menikmati hari-hari senggang. Tidak hanya menyenangkan, cuti atau libur dari pekerjaan juga memiliki banyak manfaat, salah satunya memberi umur panjang. Dilansir dari laman independent, terdapat penelitian yang mendukung pernyataan ini.

Penelitian dimulai sejak 1960-an, berkembang menjadi studi longitudinal pada 1970-an untuk lebih memahami penyakit kardiovaskular. Lalu, pekerjaan ini diperpanjang hingga 2014. Sebagian berfokus pada bagaimana faktor risiko saat usia paruh baya dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan di usia tua.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa orang-orang yang mengambil cuti tahunan kurang dari tiga minggu, sepertiga lebih mungkin mati muda daripada mereka yang mengambil cuti lebih banyak. Para peneliti mengatakan bahkan diet sehat dan olahraga teratur masih belum bisa mengimbangi bekerja yang terlalu keras.

Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama
Makanan sehat belum bisa mengimbangi bekerja yang terlalu keras (Foto: Unsplash/danielcgold)

Penelitian ini melibatkan 1222 pria paruh baya yang lahir antara tahun 1919 dan 1934. Semuanya memiliki setidaknya penyakit jantung karena faktor-faktor seperti tekanan darah atau kolestrol tinggi, merokok, dan kelebihan berat badan.

Untuk penelitian ini, para pria dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi kebebasan untuk menjalani hidup. Kelompok kedua diberi instruksi cara meningkatkan kesehatan seperti berolahraga, memperbaiki pola makan, dan berhenti merokok.

Baca juga:

Rumitnya Membuat 'Homemade Hand Sanitizer'

Hasil penelitian yang dipresentasikan pada konferensi European Society of Cardiology di Munich ini, menemukan bahwa mereka yang diberi saran rutin lebih cenderung meninggal muda. Para ahli menduga mungkin dengan pemberian instruksi malah menambah tekanan ekstra pada kehidupan mereka.

Cuti Panjang Dapat Membantu Hidup Lebih Lama
Bekerja terlalu keras berdampak buruk pada tubuh (Foto: Unsplash/miquelena)

Mengutip cnbc, kelompok yang diberi instruksi memiliki angka kematian lebih tinggi daripada yang tidak. Pelakunya? Bekerja terlalu keras, tidak cukup tidur, dan tidak cukup berlibur. Namun, di antara kelompok yang sama, mereka yang mengambil cuti kurang dari tiga minggu setiap tahun, 37% lebih mungkin meninggal muda dalam 30 tahun ke depan.

Dalam penelitian, profesor Strandberg menyatakan pria dengan liburan yang lebih pendek bekerja lebih banyak dan tidur lebih sedikit daripada mereka yang berlibur lebih lama. "Gaya hidup yang penuh tekanan ini mungkin telah menolak manfaat pemberian instruksi, juga memiliki efek psikologis yang merugikan pada orang-orang ini dengan menambahkan tekanan pada kehidupan mereka," kata Strandberg. (Arb)

Baca juga:

Informasi Penting yang Harus Kamu Tahu Soal Protokol 'Lockdown'

#Tips Kesehatan #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem saat liburan sekolah dapat meningkatkan risiko dehidrasi, ISPA, hingga DBD pada anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Indonesia
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Irma mendorong BPJS Kesehatan untuk bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 28 Agustus 2025
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Lifestyle
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Dokter Dara menyarankan bahwa konsumsi rutin air kelapa diperbolehkan karena manfaat positifnya yang kaya antioksidan dan elektrolit
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 April 2025
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Program ini bertujuan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat secara cuma-cuma
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Februari 2025
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Indonesia
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Indonesia
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Banyak orang yang tidak mendaftarkan akun karena data nama tidak sesuai dengan data KTP
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Bagikan