Kesehatan

Tingkatkan Sistem Imun Tubuh dengan Atur Pola Makan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2020
Tingkatkan Sistem Imun Tubuh dengan Atur Pola Makan

Tolak virus Corona dengan meningkatkan sistem imun tubuh kita (Pixabay/Bru-nO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PASCA COVID-19 dinyatakan statusnya menjadi pandemi oleh World Health Organization (WHO), banyak orang berlomba menjaga kesehatan dengan berbagai cara. Satu hal yang kita tahu pasti, penyakit akan lebih mudah ditularkan pada seorang yang kurang fit, atau mereka yang sistem imun tubuhnya sedang lemah.

Menjaga sistem imun tubuh belakangan menjadi prioritas banyak orang, demi terhindar dari penularan virus Corona. Namun, bagaimana caranya meningkatkan sistem imun tubuh kita?

Baca juga:

Bukan Cuma COVID-19, Menyentuh Wajah Memang Sebabkan Banyak Penyakit

Sistem imun atau kekebalan tubug terdiri dari dua bagian. Pertama, sistem kekebalan bawaan, pertahanan pertama ketika virus menyerang tubuh manusia. Sistem ini mengeluarkan sel-sel penyerang, sebelum sistem kedua, yakni sistem adaptif. Sistem imun ini menargetkan patogen yang telah 'diisyaratkan' tubuh untuk membuat sel-sel memori dari sel baru, sehingga tubuh dapat melawannya jika virus kembali menyerang di kemudian hari.

Melansir laman Forbes, ada bukti yang menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi dapat melemahkan sistem imun tubuh kita dan membuat kita lebih rentan terhadap penyakit. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkannya kembali?

Tingkatkan Sistem Imun Tubuh dengan Atur Pola Makan
Atur Nutrisi Makana (Foto: Pixabay/Engin Akyurt)

Pertama, perlu dipastikan bahwa kita makan dengan cukup. Sistem kekebalan memerlukan energi dan nutrisi dari pola makan yang tepat. Sistem kekebalan tubuh kita membutuhkan energi untuk membuat sel-sel kekebalan, yang bertindak sebagai blok bangunan. Begitu pula dengan enzim pada tubuh, yang membutuhkan vitamin dan mineral untuk bekerja secara efektif.

Artinya kita perlu memastikan bahwa kita makan semua kebutuhan tubuh untuk makronutrien, vitamin dan mineral, termasuk vitamin C dan D, serta B6, B12 dan folat, seng, tembaga, besi dan selenium, serta penting amino dan asam lemak esensial.

Baca juga:

Mesin Pengering Tangan Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya

Salah satu makanan terbaik untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuh adalah buah, karena kandungan polifenolnya yang tinggi, terutama flavonoid. Sebuah studi menemukan bahwa makan buah sebelum berolahraga dapat membantu mengurangi peradangan, stres oksidatif dan disfungsi kekebalan tubuh setelah berolahraga. Selain buah, kandungan polifenol juga ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran, teh, dan kopi.

Tentu saja, hal ini tidak begitu saja menghentikan penyebaran virus Corona atau penyakit lainnya. Anggap sistem imun tubuh adalah pertahanan terakhir. Karena kita juga perlu tetap waspada, dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing. Tetapi ini adalah salah satu cara kita memastikan sistem kekebalan tubuh kita bekerja dengan baik, pada gilirannya tetap sehat. (Nic)

Baca juga:

Ini Alasan Mengapa Lansia Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

#Kesehatan #Tips Kesehatan #Info Kesehatan #Virus Corona #Penyakit Corona #Virus #Antivirus #Penyebaran Virus #Sistem Kekebalan Tubuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan