Corona Mengganas, DPR Pesimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 22 Juni 2021
Corona Mengganas, DPR Pesimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Ria/rni/dpr.go.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi XI DPR RI pesimistis dengan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah sebesar 8 persen pada kwartal II tahun ini. Pasalnya, saat ini kasus COVID-19 terus mengalami kenaikan.

"Kalau melihat statistik kenaikan kasus COVID-19 per bulan ini maka saya pesimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kwartal 2 (Q-II) bisa mencapai 7-8 persen seperti keinginan pemerintah," kata anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir kepada wartawan, Selasa (22/6).

Baca Juga

COVID-19 Menyebar di Lapas, Pemda DIY Didesak Lakukan Vaksinasi Warga Binaan

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kenaikan kasus COVID-19 khususnya di Jawa akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Mengingat pulau Jawa memiliki kontribusi terbesar dalam perekonomian nasional. Target untuk rebound di Q-II 2021 ini sulit akan tercapai namun tetap bisa tumbuh di zona positif," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Devi/Iw
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Foto: Devi/Iw

Lebih lanjut Hafisz mengatakan, meskipun berbagai indikator perekonomian mulai dari indeks manufaktur, keyakinan konsumen, konsumsi listrik, hingga penjualan kendaraan bermotor sudah tumbuh.

"Namun dengan maraknya serangan varian Delta COVID-19 ini pertumbuhan ekonomi pasti akan terkoreksi cukup jauh dari target kecuali ada upaya-upaya extra ordinary dari pemerintah dalam menanggulangi COVID-19 dan varian barunya," bebernya.

Hafisz pun menekankan agar pola pengendalian COVID-19 dikendalikan dengan serius karena jika ditangani setengah-setengah maka sulit ekonomi akan berjalan baik.

"Karena tidak mungkin akan bisa melakukan kegiatan normal disektor apapun termasuk sekolah, rapat rapat, sosial, agama, hiburan, pariwisata yang ujungnya akan menekan kegiatan ekonomi secara nasional," kata dia. (Pon)

Baca Juga

COVID-19 Melejit, Olah Raga yang Timbulkan Kerumunan Akan Dibubarkan

#COVID-19 #Kasus Covid #Komisi XI DPR
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
DPR mendesak pemerintah memulihkan kepercayaan investor setelah IHSG turun ke 5.644,23, rupiah menembus Rp 18.041 per dolar AS, dan capital outflow mencapai Rp 66,20 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Indonesia
Prabowo Dinilai Serius Jadikan APBN Instrumen Utama Kebijakan Ekonomi
Ketua Komisi XI DPR menilai langkah Prabowo menyampaikan langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 menunjukkan APBN akan jadi instrumen utama kebijakan pemerintah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Prabowo Dinilai Serius Jadikan APBN Instrumen Utama Kebijakan Ekonomi
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar
Anggota Komisi XI DPR RI meminta pemerintah mengelola ekspektasi pasar di tengah pelemahan rupiah. Ia menilai kondisi saat ini berbeda dengan krisis 1998.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Indonesia
Strategi Prabowo Jaga Harga BBM Subsidi di Tengah Krisis Energi Global
Komisi XI DPR mengungkap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM di tengah gejolak energi global.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Strategi Prabowo Jaga Harga BBM Subsidi di Tengah Krisis Energi Global
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
DPR Tegas Tolak Pemecatan Guru PPPK Paruh Waktu, Peringatkan Dampak ke Siswa
DPR meminta pemda tidak memecat guru PPPK paruh waktu. Kebijakan ini dinilai berdampak serius pada siswa dan kualitas pendidikan di tengah efisiensi anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
DPR Tegas Tolak Pemecatan Guru PPPK Paruh Waktu, Peringatkan Dampak ke Siswa
Indonesia
Kasus Dana Syariah Indonesia Rp 2,47 Triliun, DPR Desak OJK Usut Tuntas dan Kembalikan Dana Korban
Komisi XI DPR mendesak OJK untuk mengusut tuntas kasus Dana Syariah Indonesia, yang kerugiannya mencapai Rp 2,47 triliun.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Kasus Dana Syariah Indonesia Rp 2,47 Triliun, DPR Desak OJK Usut Tuntas dan Kembalikan Dana Korban
Indonesia
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, DPR: Kenaikan BBM Bersubsidi Harus Jadi Opsi Terakhir
Ketua Komisi XI DPR meminta pemerintah tidak tergesa-gesa menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, DPR: Kenaikan BBM Bersubsidi Harus Jadi Opsi Terakhir
Indonesia
Harga Minyak Dunia Bergejolak, DPR Siap Panggil Menkeu Purbaya Bahas Dampak ke APBN
Komisi XI DPR RI berencana memanggil Menkeu Purbaya untuk bahas dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap APBN dan perekonomian Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
Harga Minyak Dunia Bergejolak, DPR Siap Panggil Menkeu Purbaya Bahas Dampak ke APBN
Bagikan