Kesehatan

Cermat Mengatur Pola Makan saat Lebaran

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 02 Mei 2022
Cermat Mengatur Pola Makan saat Lebaran

Pilih makanan yang bernutrisi. (Foto: Unsplash/Dan Gold)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LEBARAN identik dengan berbagai makanan yang tinggi kalori, seperti rendang, opor ayam, semur daging, ayam goreng, hingga camilan manis lainnya. Jika kamu tidak bisa mengontrol asupan makanan di momen Lebaran, dikhawatirkan bisa berpengaruh ke masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan atau kolesterol.

Mengutip laman Alodokter, tips pertama untuk tetap makan sehat saa Lebaran adalah makan sesuai kebutuhan kalori harian agar tidak mengalami kenaikan berat badan yang drastis. Pada umumnya, pria dewasa membutuhkan sekitar 2.500 kalori setiap harinya. Sementara perempuan dewasa kurang lebih 2.000 kalori per harinya.

Jika memang tergoda untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori, seperti daging merah, nasi, atau ketupat, maka batasi porsinya. Jangan lupa juga untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan penuhi kebutuhan cairan.

Baca juga:

Ubah Pola Makan Demi Mencegah Omicron

Atur Pola Makan saat Lebaran
Perhatikan makanan agar tidak naik berat badan. (Foto: Unsplash/i yunmai)

Lalu, bagaimana dengan santan? Hidangan bersantan, seperti rendang, gulai, dan opor ayam, tentunya tidak asing jika ada di meja makan saat Lebaran. Sebenarnya, mengonsumsi makanan bersantan, termasuk saat Lebaran, boleh-boleh saja kok. Dengan catatan konsumsinya harus tetap dibatasi.

Rata-rata, makanan bersantan cenderung mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Oleh sebab itu, bila dikonsumsi berlebihan, kadar kolesterol di dalam darah juga dikhawatirkan akan mengalami peningkatan.

Buat kamu yang ingin makan daging-dagingna, pilihlah bagian yang tidak terlalu banyak mengandung lemak. Misalnya, alih-alih memilih ayam bagian paha, lebih baik pilih ayam bagian dada. Kemudian untuk daging sapi, kamu bisa pilih bagian sirloin.

Baca juga:

Angsa, Alasan Abigail Cantika Ikuti Pola Makan Plant-Based

Atur Pola Makan saat Lebaran
Makan-makanan manis memang menggoda. (Foto: Unsplash/Chad Montano)

Setelah selesai makan, memang paling nikmat minum minuman yang manis seperti sirup hingga es buah. Namun perlu diingat, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan dan minuman manis berisiko menyebabkan peningkatan berat badan dan kadar gula darah.

Jadi, jika ingin mengonsumsi makanan atau minuman manis, pastikan porsinya dibatasi. Pilih juga jenis makanan atau minuman yang lebih sehat, misalnya jus, puding buah, atau sup buah.

Terakhir, setelah mengonsumsi banyak makanan dan minuman khas Lebaran, sebaiknya kamu memperbanyak konsumsi serat. Ini karena serat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol serta gula darah dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi serat yang bisa kamu konsumsi adalah sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. (and)

Baca juga:

Pola Makan yang Perlu Dihindari Saat Berusia 50 Tahun

#Kesehatan #Lebaran
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan