GUNA menghentikan misinformasi COVID-19 di masyarakat, Facebook Indonesia menggandeng para pemuka agama serta konten kreator, melalui roadshow virtual #TahanDulu.
Acara tersebut digagas oleh Facebook bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang menargetkan masyarakat dari lima kota agar bisa ikut berpartisipasi menyaring informasi tentang COVID-19 di media sosial.
Baca Juga:
Ini Alasan Apple Sempat Ingin Singkirkan Facebook dari App Store
"Memberikan konteks yang tepat, merupakan salah satu cara kami untuk mengatasi misinformasi, dan inilah tujuan utama dari kampanye #TahanDulu, yaitu mengingatkan orang-orang di Indonesia untuk membuat keputusan yang tepat tentang apa yang ingin mereka baca dan bagikan secara online," ujar Rahimah Abdulrahim, Kepala Kebijakan Publik Facebook Asia Tenggara, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Adapun tujuan dari mengingkatkan masyarakat agar tidak asal dalam membagikan informasi secara online, agar semua orang bisa turut ambil bagian untuk bersama-sama dalam melawan COVID-19.
Facebook mengawali roadshow virtualnya bersama tiga tokoh muda lintas agama, yakni Habib Husein Ja’far, Pendeta Yerry Pattinasarany, dan Tokoh Muda agama Hindu Yan Mitha Djaksana.
Dalam mengawali roadshow virtualnya, facebook menggelar sesi diskusi dengan tajuk '#TahanDulu Hoaks itu Dosa' yang disiarkan secara langsung melalui Halaman Facebook Indonesia.
Ketiga pemuka agam tersebut, mengulas secara mendalam tentang pandangan agam terhadap tindakan menyebarkan hoaks yang membahayakan masyarakat, klaim-klaim yang salah tentang COVID-19, dan tips agar terhindar dari jebakan misinformasi.
Baca Juga:
Selain menggandeng pemuka agama, Facebook dan Kementerian Kominfo pun berkolaborasi dengan konten kreator di bebeerapa kota besar Indonesia. Antara lain Jakarta, Medan, Surabaya, Pontianak dan makasar, untuk berbincang berama tentang misinformasi seputar COVID-19 yang terjadi di Indonesia.
Dengan adanya kolaborasi tersebut Facebook berharap masyarakat bisa semakin memahami bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari misinformasi seputar COVID-19 dan bisa berpikir ulang, serta memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima sebelum dibagikan ke media sosial.
"Kami percaya, kolaborasi dan peran serta dari seluruh masyarakat, menjadi kunci untuk meredam peredaran misinformasi COVID-19 dan mempercepat langkah kita untuk keluar dari pandemi ini," tutur Rahimah.
Untuk kamu yang ingin melihat diskusi dan roadshow virtual #TahanDulu di sejumlah kota di Indonesia sepanjang bulan Oktober hingga November 2021, kamu bisa melihatnya melalui halaman Facebook App Indonesia. (Ryn)
Baca Juga:
Provokasi Antivaksin, Sejumlah Akun Terkenal Dihapus Facebook