Catatan Legislator PDIP Terkait Satu Tahun Pandemi COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 02 Maret 2021
Catatan Legislator PDIP Terkait Satu Tahun Pandemi COVID-19

Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo mengapresiasi, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Pengendalian COVID-19 ini tidak hanya tugas pemerintah pusat tetapi menjadi tanggung jawab gotong royong bersama. Baik, pemerintah daerah dan rakyat sendiri juga termasuk elemen masyarakat.

"Sehingga ini yang akan menjadikan berhasil tidaknya pengendalian," kata Rahmad, Selasa, (2/3).

Baca Juga

Ratusan Atlet Jalani Vaksinasi COVID-19

Hal tersebut disampaikan oleh Rahmad menyikapi setahun pandemi COVID-19 di Indonesia. Nah, untuk benar-benar terbebas dari pandemi COVID-19, masih membutuhkan kerja keras. Dia berkaca dari pelaksanaan kebijakan PSBB hingga sekarang PPKM skala mikro.

Kebiasaan baru itu mudah dilaksanakan tetapi tidak semudah dilaksanakan di daerah. Lalu merubah prilaku, budaya seperti, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker itu yang muda. "Tetapi di lapangan masih banyak sekali rakyat kita yang abaikan," ujar Rahmad.

vaksin
Ilustrasi vaksin. Foto: Pixabay

Hal tersebut, dipersulit lantaran hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan jika COVID-19 tidak ada dan tidak berbahaya.

"Inilah tantangan yang menyebabkan belum bisa mengendalikan seluruhan meskipun pemerintah sudah baik mengeluarkan keputusan ya kalau tidak sama-sama dengan masyarakat ya saya rasa masih butuh pertimbangan," kata Rahmad.

Dengan demikian, lanjut Rahmad, ke depan tetap perlu dilakukan pengendalian yang lebih massif dengan terus membumikan protokol kesehatan dan kebiasaan baru.

"Nah catatan ini perlu kita untuk pengendalian kedepan," imbuhnya.

Baca Juga

DPR Pastikan Vaksinasi Anggota Dewan Tak Ditutup-tutupi

Rahmad juga menyambut baik, upaya pemerintah dalam menakan angka naiknya kasus COVID-19 dengan mempersingkat jadwal libur dan cuti bersama. Menurutnya, pemerintah sudah sangat bijak menerapkan hal tersebut.

"Nah dari data itu lah pemerintah memutuskan untuk tahun 2021 di lakukan memperpendek dalam rangka pengendalian COVID-19. Kalau tidak di perpendek data menunjukkan setiap libur panjang jadi pergerakan penduduk yang mudik dan liburan berimplikasi ke peningkatan COVID-19," kata Rahmad. (Pon)

#COVID-19 #Vaksin Covid-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan